BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Daun kemangi yang biasanya hanya jadi lalapan, kini disulap menjadi produk minuman yang diklaim bisa bantu redakan stres. Inovasi ini datang dari tiga mahasiswa Universitas Padjajaran (UNPAD) langsung mencuri perhatian, bahkan sampai borong tiga penghargaan di ajang internasional di Korea Selatan.
Tim yang beranggotakan Nakumi Laila Syajida (Sekolah Vokasi), Aini Al Fatihaturrizzqi (Sekolah Vokasi) dan Muhammad Badar (Fapet), ini berhasil meraih medali emas pada ajang Seoul International Invention Fair (SIIF) 2025 yang diikuti 19 negara, dan digelar di Seoul, Korea Selatan, pada 3 – 6 Desember 2025.
Dalam kompetensi tersebut, tim Unpad membuat “Milked It!” ini adalah inovasi susu yang diperkaya ekstrak daun kemangi sebagai sumber Eugenol untuk membantu merelaksasi tubuh dan meredakan stres.
Produk ini dirancang khusus untuk membantu pelajar dan pekerja mengatasi tekanan hidup modern melalui kandungan triptofan dan senyawa penenang alami kemangi. Selain itu, produk ini juga membuktikan bahwa bahan tradisional Indonesia jika di padukan dengan sains bisa bersaing di panggung inovasi Internasional.
”Jadi sebelum mereka self-claim mereka kena apa dari stres, jadi kita membuat inovasi ini untuk menghindari hal-hal seperti itu,” harap Nakumi, dilancir dari web resmi Unpad, Senin (15/12/2025).
Baca Juga:
Inovasi Mahasiswa UMM, Membuat Sirup Temulawak Pencegah Asam Urat
Susu ini sendiri telah melalui persiapan selama lebih dari enam bulan yang mencakup permbuatan purwarupa, pengujian lapangan, survei kepada pengguna, dan persiapan presentasi untuk lomba.
Tentunya tim juga mendapat tatangan yang harus dihadapi, selain persiapan yang cukup lama, tim juga harus mempersiapkan presentasi yang ringkas dalam waktu yang singkat kepada juri. Namun, berbagai dukungan datang dari pihak keluarga dan Unpad. Mereka sangat mengapresiasi dukungan moral dan finansial dari Unpad.
Dari produk Inovasi ini, tim Unpad tidak hanya mendapat medali emas pada SIIF saja, tapi juga memperoleh penghargaan spesial berupa sertifikat pengakuan dari Taiwan Invention Association dan Swiss-Korean Association (ASAMCO).
Prestasi ini tentunya memberikan semangat untuk teman teman mahasiswa semua, karya inovasi lokal bisa diakui oleh global. Apa yang dilakukan mahasiswa Universitas Padjadjaran ini jadi contoh kalau ide sederhana dari sekitar kita pun bisa punya nilai besar, sekaligus menciptakan solusi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, bahkan sampai dilirik di ajang internasional.
(Magang Unpas / Putri Diva Cahya Satriani)











