Bazar Buku Perak Meriahkan Ramadhan di Unpad, Jendela Dunia Dijual Mulai Rp10 Ribu

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Semarak Ramadhan di lingkungan kampus terasa berbeda tahun ini. Kolaborasi antara Pasar Boekoe dan Perak Unpad menghadirkan Bazar Buku Perak yang digelar di Basement Masjid Raya Universitas Padjadjaran (Unpad). Kegiatan ini menjadi ruang temu antara semangat ibadah, literasi, dan geliat ekonomi kreatif mahasiswa selama bulan suci.

Dalam publikasi resminya, penyelenggara mengumumkan, “Kini hadir Bazar Buku Perak untuk memeriahkan bulan Ramadhanmu! Buku mulai 10 ribuan dan diskon hingga 80 persen. 19 Februari – 13 Maret. Basement Masjid Raya Unpad.” Informasi tersebut langsung menarik perhatian mahasiswa dan masyarakat sekitar Jatinangor yang tengah mencari aktivitas positif selama Ramadhan.

Mulai dari buku keislaman yang relevan dengan momentum Ramadhan, buku pengembangan diri, sastra, sosial-politik, hingga bacaan populer yang diminati generasi muda. Kehadiran penerbit independen turut memberikan warna tersendiri, menghadirkan karya-karya alternatif yang jarang ditemui di toko buku arus utama.

Harga yang terjangkau menjadi daya tarik utama. Dengan banderol mulai Rp10 ribu serta potongan harga hingga 80 persen, bazar ini memberikan akses luas bagi mahasiswa untuk menambah koleksi bacaan tanpa harus merogoh kocek dalam. Skema diskon besar tersebut juga mendorong pembelian impulsif yang tetap bernilai edukatif, terutama bagi mahasiswa yang ingin memanfaatkan waktu luang Ramadhan dengan aktivitas membaca.

Baca Juga:

Tekan Harga Pangan Ramadan dan Lebaran, Ini Lokasi dan Jadwal Bazar Murah di Kota Bandung

Bandung Menuju Kota Literasi, Buku Jadi Sarana Healing hingga Penguat Daya Pikir Kritis

Basement Masjid Raya Unpad yang biasanya digunakan untuk kegiatan diskusi, kajian, dan aktivitas keagamaan kini disulap menjadi ruang literasi yang hidup. Rak-rak buku tertata rapi, pengunjung lalu-lalang memilih bacaan, sementara suasana Ramadhan menghadirkan nuansa reflektif yang sejalan dengan semangat membaca dan menuntut ilmu. Perpaduan antara ruang ibadah dan ruang literasi ini menciptakan simbol kuat bahwa masjid tidak hanya menjadi pusat spiritualitas, tetapi juga pusat pengembangan intelektual.

Kehadiran Bazar Buku Perak juga menunjukkan sinergi positif antara komunitas literasi dan organisasi mahasiswa. Pasar Boekoe dikenal sebagai komunitas yang aktif menggelar pameran buku alternatif di berbagai kota, sementara Perak Unpad menjadi motor penggerak kegiatan kreatif di lingkungan Masjid Raya Unpad. Kolaborasi ini memperluas jangkauan literasi sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam menghidupkan budaya baca di kampus.

Momentum Ramadhan dipilih bukan tanpa alasan. Bulan suci sering dimaknai sebagai waktu untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun intelektual. Membaca buku-buku inspiratif, religi, maupun pemikiran kritis menjadi salah satu cara produktif untuk mengisi waktu di sela-sela ibadah puasa. Karena itu, bazar ini tidak sekadar menjadi ajang jual beli buku, tetapi juga ruang refleksi dan penguatan nilai.

Dengan durasi hampir satu bulan, yakni sejak 19 Februari hingga 13 Maret, bazar memberikan kesempatan luas bagi pengunjung untuk datang secara bergantian. Mahasiswa yang memiliki jadwal kuliah padat tetap dapat menyempatkan waktu berkunjung, baik sebelum maupun setelah mengikuti kegiatan akademik dan ibadah di masjid.

Antusiasme terlihat sejak hari-hari awal pelaksanaan. Banyak mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk berburu buku referensi, bacaan santai untuk menunggu waktu berbuka, hingga koleksi bacaan religi untuk memperdalam pemahaman selama Ramadhan. Suasana hangat dan interaksi antar pengunjung turut menciptakan ekosistem literasi yang lebih inklusif dan ramah generasi muda.

Melalui Bazar Buku Perak, Pasar Boekoe dan Perak Unpad tidak hanya menghadirkan diskon besar, tetapi juga menghadirkan pesan bahwa literasi dapat tumbuh di ruang-ruang spiritual dan komunitas. Di tengah arus digitalisasi dan distraksi media sosial, kehadiran bazar buku fisik di jantung aktivitas kampus menjadi pengingat bahwa membaca tetap relevan dan penting.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat budaya literasi di lingkungan Unpad sekaligus menjadi agenda tahunan yang dinanti setiap Ramadhan. Dengan harga terjangkau, pilihan buku beragam, serta lokasi strategis di Basement Masjid Raya Unpad, Bazar Buku Perak menjadi salah satu destinasi edukatif yang layak dikunjungi selama bulan suci.

(Magang UIN SGD/Ahmad Dhayu Senoadjie)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru