BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Tim mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) berhasil meraih Medali Emas (Gold Medal) dalam ajang National Writing Competition yang diselenggarakan oleh Inteleksa bekerja sama dengan Universitas Andalas. Babak final nasional kompetisi ini digelar secara luring di Universitas Andalas, Padang, pada 31 Oktober hingga 3 November 2025.
Prestasi tersebut diraih melalui karya esai berjudul “WolFeed: Pakan Ikan Alternatif dari Wolffia untuk Mewujudkan Akuakultur Berkelanjutan” pada subtema Pertanian, Peternakan, dan Pangan. Karya ini dinilai unggul karena menawarkan solusi konkret terhadap tingginya ketergantungan pakan ikan impor, sekaligus mendorong praktik akuakultur yang ramah lingkungan.
Tim perwakilan UNJA diketuai oleh Muhamad Dimas Saputra (Ilmu Pemerintahan, Fakultas Hukum UNJA), dengan anggota M. Tegar Sembiring (Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi UNJA), Yuliana dan Tari Aulia Dewi (Agribisnis, Fakultas Pertanian UNJA), serta Erlena Rahmawati (Ilmu Hukum, Fakultas Hukum UNJA).
Melalui esai tersebut, tim UNJA memperkenalkan konsep WolFeed, pakan ikan alternatif berbahan dasar wolffia, tanaman air berukuran mikro yang kaya nutrisi dan mudah dibudidayakan, bahkan pada air limbah kolam ikan. Proses produksi WolFeed yang sederhana memungkinkan pembudidaya ikan memproduksi pakan secara mandiri, sehingga dapat menekan biaya produksi dan mengurangi ketergantungan terhadap pakan impor.
Baca Juga:
Inovasi Mahasiswa UMM, Membuat Sirup Temulawak Pencegah Asam Urat
Dimas mengungkapkan bahwa proses persiapan menuju kompetisi nasional tidak berjalan mudah. Kesibukan sebagai mahasiswa yang aktif dalam organisasi kampus menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam mengatur waktu dan menyatukan persepsi tim. Namun, setelah dinyatakan lolos sebagai finalis, tim mendapatkan dukungan penuh dari universitas, fakultas, dan jurusan.
“Perjalanan menuju Universitas Andalas sempat diwarnai kekhawatiran terkait pendanaan. Namun, berkat koordinasi yang baik antara universitas dan fakultas, kendala tersebut dapat teratasi. Kami tetap optimis meski harus bersaing dengan universitas-universitas terbaik di Indonesia,” ujar Dimas, dikutip dari laman resmi Unja, Selasa (6/1/2026).
Ia berharap capaian ini dapat memotivasi mahasiswa UNJA lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan kreativitas, serta berani membawa nama kampus ke tingkat nasional dan internasional.
“Jangan biarkan bangku kuliah hanya menjadi tempat duduk dan mendengar. Jadikan setiap kompetisi sebagai panggung untuk membuktikan bahwa kapasitasmu jauh lebih besar dari apa yang kamu bayangkan,” ungkap Dimas mewakili tim.
Selain kompetisi esai, rangkaian kegiatan National Writing Competition juga diisi dengan workshop nasional bersama narasumber kompeten serta field trip wisata edukasi untuk mengenal sejarah dan budaya Minangkabau. Ajang ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia.
(Budis)











