BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) berhasil mengembangkan inovasi pembelajaran digital bernama FUMSITE, sebuah Virtual Learning Environment (VLE) interaktif berbasis konteks STEM yang terintegrasi dengan model Challenge-Based on Differentiated Learning. Inovasi ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Tim pengembang FUMSITE terdiri dari Ananda Verry Setiawan, Fadhila Salvia Khairunnisa, Alfina Nur Arofah, dan Salma Faaza Anindya, dibimbing oleh Adi Satrio Ardiansyah, S.Pd., M.Pd.
FUMSITE dirancang sebagai website pembelajaran digital yang sistematis, memungkinkan peserta didik mengakses materi, latihan soal, dan tantangan berbasis konteks STEM yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Setiap peserta didik akan mengikuti tes gaya belajar, menulis motivation letter, dan mempelajari peta konsep untuk menyesuaikan pengalaman belajar dengan karakteristik masing-masing.
Kegiatan belajar FUMSITE disusun melalui tahapan Big Idea, Essential Question, The Challenge, Guiding Resource, Guiding Question, Guiding Activity, Solution-Action, Publishing, Reflection, Rangkuman, dan Uji Kompetensi. Tahap ini dirancang untuk melatih peserta didik menyelesaikan tantangan secara kolaboratif, menerapkan konsep STEM, dan mengasah kemampuan berpikir kritis.
Baca Juga:
Sampah Plastik Terdeteksi Otomatis, Inovasi Mahasiswa UNAIR Raih Best Presentation
Dalam penerapannya, FUMSITE digunakan pada peserta didik kelas VIII dengan guru berperan sebagai fasilitator. Materi yang diajarkan meliputi bentuk persamaan garis lurus, gradien, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, yang disampaikan dalam tiga pertemuan masing-masing dua jam pelajaran.
Peserta didik dapat mengakses FUMSITE menggunakan laptop, tablet, atau gawai melalui situs https://s.id/FUMSITE, baik di sekolah maupun secara mandiri di rumah. Guru membimbing diskusi kelompok dan memberikan umpan balik selama proses pembelajaran berlangsung.
Pengembangan FUMSITE diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik dalam mengembangkan media pembelajaran digital yang adaptif, kontekstual, dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.