BANDUNG,TEOPONMEDA.ID — Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Tim SINTARI, yang terdiri dari tiga mahasiswa lintas jurusan, berhasil meraih penghargaan Best Presentation dalam ajang Call for Paper Competition Decarbonizing Indonesia 2025 yang digelar oleh Society of Renewable Energy Universitas Diponegoro (SRE UNDIP).
Tim SINTARI yang beranggotakan Cantika Dhiya Hanifa (Statistika 2023), Ocha Della Fitriani (Teknik Informatika 2024), dan Akbar Maula Dani (Akuakultur 2025) memperkenalkan inovasi bertajuk Smart Plastic Waste Detector, sebuah sistem cerdas berbasis Deep Learning dan Internet of Things (IoT) untuk mendeteksi serta mengklasifikasikan jenis-jenis sampah plastik secara otomatis.
Inovasi ini mampu mengidentifikasi berbagai jenis plastik seperti PET, HDPE, LDPE, PP, PS, dan PVC. Dengan mengadopsi arsitektur MobileNetV2 dan pendekatan class imbalance handling, sistem ini dirancang untuk bekerja secara real-time dan efisien di lingkungan pengolahan sampah.
“Model MobileNetV2 yang kami gunakan mencapai akurasi sebesar 78,59 persen. Walaupun bukan yang tertinggi, model ini mampu menjaga keseimbangan prediksi antar kelas, terutama pada kelas plastik minoritas,” kata Akbar Maula Dani, salah satu anggota tim, melansir laman Unair.
Dengan kemampuan tersebut, sistem ini tidak hanya memudahkan proses pemilahan sampah plastik secara otomatis, tetapi juga mendukung prinsip ekonomi sirkular, mengonversi sampah menjadi nilai ekonomis.
Dukung SDGs dan Upaya Dekarbonisasi
Lebih dari sekadar teknologi, Smart Plastic Waste Detector juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-12 (produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab) dan poin ke-13 (penanganan perubahan iklim).
Tim SINTARI menekankan bahwa inovasi ini masih terus dikembangkan. Rencana ke depan termasuk memperluas dataset dengan data dari kondisi lapangan, menambahkan sensor seperti Near Infrared (NIR) untuk identifikasi material yang lebih akurat, serta mengoptimalkan latensi sistem agar lebih responsif dan siap untuk penerapan industri.
Strategi Tim UNAIR Meraih Gelar Best Presentation
Keberhasilan Tim SINTARI tidak lepas dari persiapan matang dan kerja sama yang solid. Menurut Dani, kunci presentasi yang kuat adalah penyampaian yang sederhana namun bermakna, visualisasi data yang menarik, dan alur cerita yang terstruktur.
“Presentasi kami dimulai dari latar belakang dan urgensi masalah, dilanjutkan dengan solusi inovatif dan potensi penerapannya. Kami juga memperbanyak riset agar lebih memahami isu dekarbonisasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, antusiasme dan rasa percaya diri saat menyampaikan ide merupakan aspek penting yang memengaruhi penilaian juri.
“Tunjukkan keyakinan terhadap solusi yang ditawarkan, serta tampil dengan kekompakan dan profesionalisme. Itu yang membuat presentasi lebih meyakinkan,” pungkas Dani.
Baca Juga:
Inovasi PhylloZinc UGM: Solusi Hijau Kurangi Gas Rumah Kaca dari Peternakan
“Bawal Cipanjalu”: Inovasi Mahasiswa UHS Ubah Waluh Siam Jadi Cemilan Balado Bernilai Tinggi
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNAIR mampu bersaing dan memberikan solusi konkret terhadap isu lingkungan melalui pendekatan teknologi.
Diharapkan, ke depannya inovasi seperti Smart Plastic Waste Detector dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung transformasi lingkungan berkelanjutan di Indonesia.
(Virdiya/_Usk)











