BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Lima mahasiswa Universitas Mataram (Unram) menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah meraih Juara Bersama dalam ajang Kompetisi Inovasi Digital Budaya GO! yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Capaian ini sekaligus mengukuhkan Unram sebagai wakil Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam kompetisi inovasi budaya berbasis teknologi digital tersebut.
Tim Unram terdiri dari kolaborasi lintas disiplin antara Program Studi Sosiologi dan Informatika. Dari Prodi Sosiologi, tim diperkuat oleh Aliya Rahmawati dan Ikrima Fina Hayati, sementara dari Prodi Informatika diwakili oleh Muh. Rizky Destiawansyah, Muhammad Rendi Maulana, serta Rafly Ridho’ Sukardi. Perpaduan perspektif sosial dan kemampuan teknis ini menjadi kekuatan utama dalam pengembangan inovasi yang mereka usung.
Kompetisi GO! diikuti ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dari total 627 tim pendaftar, hanya 50 tim yang lolos ke tahap lanjutan, sebelum kembali diseleksi menjadi 10 tim terbaik kategori mahasiswa. Tim Unram berhasil melewati seluruh tahapan seleksi ketat tersebut hingga masuk jajaran final nasional dan meraih posisi juara bersama.
Inovasi digital yang dikembangkan tim Unram berfokus pada upaya pengenalan dan pelestarian budaya melalui pendekatan teknologi yang selaras dengan karakter generasi muda. Karya tersebut dinilai memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan pendidikan budaya saat ini serta berpotensi untuk diterapkan secara luas.
Muh. Rizky Destiawansyah mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui dengan komitmen dan kerja sama tim yang solid.
“Kami melewati tahapan seleksi yang cukup panjang. Harapannya, inovasi ini tidak hanya berhenti di lomba, tetapi bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran budaya, khususnya bagi pelajar di NTB,” ujarnya dalam keterangan rilis, Senin (5/1/2026).
Baca Juga:
Shredtics, Inovasi Mahasiswa UM: Alat Cacah Plastik Portabel Ramah Lingkungan
Sementara itu, Aliya Rahmawati menilai keterlibatannya dalam kompetisi ini membuka perspektif baru terkait pelestarian budaya. Menurutnya, teknologi digital dapat menjadi sarana efektif untuk menjembatani nilai-nilai budaya dengan realitas generasi masa kini.
“Pendekatan digital membuat budaya lebih dekat dan relevan dengan masyarakat modern,” katanya.
Hal senada disampaikan Ikrima Fina Hayati, yang menilai ajang ini sebagai momentum penting untuk memperkenalkan identitas budaya daerah ke tingkat nasional. “Kami membawa bukan hanya inovasi, tetapi juga representasi budaya NTB agar dikenal lebih luas,” ujarnya.
Dari sisi teknis, Muhammad Rendi Maulana menekankan bahwa kolaborasi lintas disiplin menjadi fondasi keberhasilan tim. “Sinergi antara kajian sosial dan teknologi membuat inovasi ini lebih kuat, baik dari sisi konsep maupun implementasi,” jelasnya.
Adapun Rafly Ridho’ Sukardi berharap inovasi yang telah dikembangkan dapat terus disempurnakan dan diimplementasikan secara nyata. “Kami ingin inovasi ini benar-benar dimanfaatkan masyarakat, terutama pelajar, sebagai media edukasi budaya yang menarik dan mudah diakses,” ujarnya.










