LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Stadion Wembley kembali menjadi saksi bisu kejayaan Manchester City. Pasukan Pep Guardiola resmi menobatkan diri sebagai raja Piala Liga Inggris atau Carabao Cup musim 2025/26 setelah menumbangkan Arsenal dengan skor meyakinkan 2-0 dalam laga final yang berlangsung dramatis, Senin (23/3/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi The Citizens. Ini adalah trofi Piala Liga kesembilan sepanjang sejarah klub, sekaligus gelar kelima yang dipersembahkan Guardiola sejak menukangi City. Kini, Manchester City hanya terpaut satu trofi dari Liverpool sebagai pemegang rekor juara terbanyak di kompetisi ini.
Babak Pertama: Trafford Jadi Tembok Tebal
Sejak peluit pertama dibunyikan, intensitas tinggi langsung tersaji. Arsenal, di bawah asuhan Mikel Arteta, sempat memegang kendali permainan di 15 menit awal. The Gunners nyaris membuka keunggulan saat laga baru berjalan tujuh menit melalui aksi Kai Havertz.
Beruntung bagi City, kiper muda James Trafford tampil gemilang. Ia berhasil mementahkan tembakan jarak dekat Havertz yang lolos dari kawalan, sebelum dengan sigap menghalau bola muntah yang disambar oleh Bukayo Saka. Meski Arsenal terus menekan, pertahanan City yang digalang Nathan Ake tetap solid. Di sisi lain, Erling Haaland sempat mendapatkan peluang emas pada menit ke-20, namun gagal dikonversi menjadi gol. Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata 0-0.
Panggung Sang Wonderkid: Nico O’Reilly
Memasuki babak kedua, kedua tim bermain lebih taktis. Namun, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-60. Berawal dari umpan silang Rayan Cherki yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh kiper Arsenal, Kepa Arrizabalaga, Nico O’Reilly muncul sebagai pembeda. Talenta muda City ini berada di posisi yang tepat untuk menyundul bola muntah ke gawang yang sudah kosong.
Hanya berselang empat menit, O’Reilly kembali menunjukkan taringnya. Memanfaatkan umpan silang akurat dari Matheus Nunes, ia melepaskan sundulan tajam ke sudut kiri gawang yang membuat Kepa kembali tak berdaya. Dua gol dalam waktu singkat ini membawa City unggul 2-0 dan mencatatkan nama O’Reilly sebagai pemain termuda ketiga yang mencetak brace di final Piala Liga, menyamai rekor legenda seperti Wayne Rooney dan Ronnie Whelan.
Kegagalan Arsenal dan Pupusnya Mimpi Quadruple
Tertinggal dua gol, Arsenal berusaha bangkit. Keberuntungan tampaknya tidak berpihak pada London Utara ketika sepakan Riccardo Calafiori pada menit ke-78 hanya membentur tiang gawang. Upaya Arteta memasukkan Gabriel Martinelli dan Gabriel Jesus di sisa laga pun tak mampu mengubah keadaan.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-0 tetap bertahan. Hasil ini sekaligus memastikan mimpi quadruple (empat gelar) Arsenal musim ini resmi terkubur.
Susunan Pemain
Arsenal: Kepa Arrizabalaga; Ben White, William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie; Martin Zubimendi, Declan Rice; Bukayo Saka, Kai Havertz, Leandro Trossard; Viktor Gyokeres.
Manchester City: James Trafford; Matheus Nunes, Abdukodir Khusanov, Nathan Ake, Nico O’Reilly; Rodri; Antoine Semenyo, Rayan Cherki, Bernardo Silva, Jeremy Doku; Erling Haaland.











