Menelusuri Jejak Tari Sunda: Dari Tradisi Keraton Hingga Warisan Rakyat

Tari Sunda (Foto Danil Oktora-TM)
Tari Sunda (Foto: Danil Oktora/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Seni tari Sunda bukan sekadar gerak tubuh yang berirama. Ia adalah napas budaya yang mengalir dari zaman kerajaan hingga kini, menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Tatar Pasundan. Dalam setiap gerakan tangan yang lemah gemulai hingga hentakan kaki yang mantap, tersimpan kisah panjang perjalanan spiritual, sosial, dan estetika yang diwariskan turun-temurun.

Mengutip berbagai sumber, sejak era kerajaan seperti Sunda Pajajaran dan Sumedang Larang, seni tari telah menjadi ekspresi resmi yang menggambarkan nilai-nilai luhur seperti kehalusan budi, tata krama, dan ketertiban sosial. Tari-tarian keraton biasanya bersifat sakral, hanya ditampilkan di lingkungan istana sebagai bentuk penghormatan kepada raja atau tamu penting.

Salah satu contohnya adalah Tari Keurseus, yang dengan gerakan anggun dan penuh pengendalian diri memperlihatkan adab aristokrat Sunda. Lewat tarian semacam ini, masyarakat diajak untuk menghargai nilai ketenangan, penguasaan diri, dan keindahan yang tak berlebihan.

Namun, kehidupan budaya Sunda tidak hanya terpusat pada istana. Di luar tembok keraton, masyarakat Sunda juga mengembangkan bentuk tari yang lebih ekspresif dan merakyat. Tari rakyat tumbuh dari aktivitas sehari-hari masyarakat desa, menyatu dengan perayaan panen, hajatan, hingga pertunjukan hiburan keliling.

Salah satu yang paling mencolok adalah Tari Jaipongan, yang mulai populer pada tahun 1970-an berkat kreativitas seniman Gugum Gumbira. Dengan menggabungkan unsur pencak silat, gamelan degung, dan ketuk tilu, Jaipongan tampil dengan gaya enerjik dan ritmis, menjadi ikon budaya populer Sunda yang dikenal hingga ke luar negeri. Tak sekadar tarian, Jaipongan mencerminkan semangat masyarakat yang lincah, terbuka, dan penuh semangat hidup.

Di berbagai wilayah seperti Cirebon, Subang, dan Indramayu, tari topeng juga menjadi bagian penting dari tradisi lokal. Penari mengenakan topeng karakter seperti Panji, Kelana, dan Rumyang, masing-masing membawa makna filosofis tertentu yang merepresentasikan konflik batin antara nafsu dan akal, antara kebajikan dan godaan duniawi. Selain menjadi hiburan, tari ini dipercaya sebagai media penyadaran moral dan spiritual.

Tak hanya berkaitan dengan hiburan dan simbol status sosial, seni tari Sunda juga memiliki peran penting dalam upacara adat dan ritual kepercayaan lokal. Misalnya, Tari Buyung yang biasa ditampilkan dalam upacara Seren Taun di Bogor, menggambarkan penghormatan kepada Dewi Sri sebagai simbol kesuburan.

Dalam pertunjukan ini, gadis-gadis muda membawa kendi berisi air suci sambil menari berkeliling, menandai harapan akan kemakmuran dan keseimbangan alam. Ada pula Tari Ronggeng Gunung yang dulu diyakini memiliki kekuatan magis untuk memanggil rezeki atau mengusir malapetaka. Kini, tarian-tarian sakral semacam ini masih dipertahankan oleh komunitas adat yang menjaga warisan spiritual nenek moyangnya.

Meski zaman terus berubah, seni tari Sunda tetap hidup dan bahkan berkembang ke arah baru. Banyak seniman muda kini mengeksplorasi perpaduan antara tari tradisional dan kontemporer. Salah satu contoh paling populer adalah Tari Merak, karya koreografer Tjetjep Soemantri, yang menampilkan gerakan anggun dan ekspresif seperti seekor burung merak lengkap dengan kostum penuh warna.

Tari ini sering dijadikan pertunjukan penyambutan dalam acara resmi tingkat nasional maupun internasional, membuktikan bahwa seni tari Sunda mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya.

BACA JUGA

Tari Henggoni: Cerita tentang Laut, Tradisi, dan Semangat Para Nelayan Papua

Melestarikan Seni Tradisi Indramayu: Wayang Kulit, Berokan, Jaran Lumping

Transformasi tari Sunda juga terlihat dalam bentuk media. Mulai dari teater tari, video tari, hingga pentas digital di media sosial, generasi muda Sunda mulai memperluas panggungnya. Di sinilah tradisi dan teknologi berjumpa, membuka ruang baru bagi pelestarian sekaligus inovasi budaya.

Sekolah-sekolah seni seperti SMKI Bandung, ISBI, dan berbagai sanggar tari di desa maupun kota terus menjadi wadah pendidikan bagi generasi muda, tak hanya mengajarkan teknik tari, tetapi juga nilai-nilai filosofis, historis, dan moral yang menyertainya.

Kini, lebih dari sekadar warisan budaya, seni tari Sunda adalah ruang hidup bagi masyarakat untuk mengenang, merayakan, dan melanjutkan jati diri mereka. Di tengah derasnya modernisasi, setiap gerak dalam tarian Sunda adalah pengingat bahwa budaya bukan sekadar masa lalu yang dikagumi, tetapi juga masa kini yang dijalani dan masa depan yang diwariskan. Seni tari Sunda, dengan seluruh ragam dan maknanya, tetap menjadi denyut nadi yang menjaga nyala identitas masyarakat Jawa Barat.

(Daniel Oktorio Saragih/Magang/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

PKM di Garut, Dosen dan Mahasiswa Ekuitas University Bantu UMKM Desa Cipancar Kelola Bisnis via Teknologi Digital

2

Harga dan Spesifikasi Motor Honda CB, Incaran Kolektor!

3

5 Rekomendasi Tumbler EIGER: Stylish, Praktis, dan Ramah Lingkungan

4

Profil Selebgram Shella Selpi Lizah Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Kanker

5

Ingin Jadi Editor Video Profesional? Simpel, Gini Caranya
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg