Mensos Ungkap 33 Ribu Pendamping Bansos PKH Bakal Diangkat Jadi ASN

Pendamping PKH ASN
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf (dok Kemensos)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan puluhan ribu pendamping bantuan sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) se-Indonesia akan diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Mensos Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa gus ipul menyampaikan bahwa ini merupakan kabar baik bagi para pendamping PKH.

“Ini kabar baik bagi para pendamping PKH di berbagai daerah,” kata Mensos, Selasa (23/9/2025) seperti dilansir dari Antara.

Pengangkatan ini menjadi komitmen pemerintah dalam mensejahterakan pendamping PKH yang berujung pada kesejahteraan masyarakat. Ia mngungkap pemerintah akan menangkat lebih dari 33 ribu pendamping PKH menjadi ASN.

“Insya Allah, 33 ribu lebih pendamping PKH di seluruh Indonesia, sebentar lagi akan menjadi ASN, baik PNS maupun PPPK,” ujar Mensos.

Gus Ipul menyampaikab, keputusan ini merupakan harapan besar Presiden Prabowo Subianto dalam rangka meningkatkan kapasitas pendamping PKH dan memastikan kinerja yang lebih terukur.

Baca Juga:

Penerima Bansos Siap-Siap, Minyak Goreng 2 Liter Mulai Dibagikan Oktober-November

Digitalisasi Bansos Mulai Diuji, AI hingga Face Recognition Dipakai untuk Perlinsos

Pekan lalu Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan peran pendamping PKH tetap menjadi ujung tombak dalam mendampingi penerima manfaat di daerah, meski pemerintah tengah melakukan digitalisasi bantuan sosial (bansos).

“Pendamping PKH masih tetap mendampingi masyarakat. Belum semua penerima terbiasa menggunakan teknologi. Sambil sosialisasi, mereka juga memberikan pemahaman,” kata Gus Ipul (15/9/2025).

Menurutnya, digitalisasi bansos dirancang untuk mempermudah verifikasi dan validasi data penerima. Namun, sistem ini tidak menghilangkan peran pendamping sosial dalam memastikan bantuan tepat guna.

Selain membantu masyarakat mengakses bansos, pendamping akan bertugas melakukan pengecekan lapangan, memverifikasi kondisi penerima, serta memberi edukasi agar bansos digunakan sesuai peruntukannya.

“Jadi, digitalisasi bukan menggantikan peran manusia, tapi memperkuat. Pendamping tetap yang memastikan langsung di lapangan,” ujarnya.

Adapun digitalisasi bansos ini dilaksanakan atas inisiasi dari Kementerian Sosial, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk membantu perbaikan penyaluran bantuan sosial melalui sinkronisasi Data Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dipadankan dengan data kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) untuk mencegah salah sasaran.

Kementerian Sosial saat ini masih melakukan uji coba digitalisasi bansos di Banyuwangi, Jawa Timur, dan jika dinilai berhasil maka pemanfaatannya akan diperluas ke daerah-daerah lainnya.

(Raidi/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri