Menteri ATR Segera Cek Sertifikat Pagar Laut Subang, Sumenep, dan Pesawaran

pagar laut subang
(antara)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid menyatakan akan segera mengecek sertifikat pagar laut di Kabupaten Subang (Jawa Barat), Sumenep (Jawa Timur), dan Pesawaran (Lampung).

Usai rapat bersama Komisi II DPR RI di Jakarta, Kamis 30 Januari, Nusron mengatakan bahwa pihaknya akan mulai menelusuri sertifikasi di ketiga daerah tersebut setelah sebelumnya fokus di Kabupaten Tangerang (Banten), Bekasi (Jawa Barat), dan Sidoarjo (Jawa Timur).

“Pekerjaan sangat banyak. Setelah Tangerang, Bekasi, dan Sidoarjo, kami akan masuk ke tiga daerah berikutnya: Subang, Sumenep, dan Pesawaran,” kata Nusron.

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum melakukan pengecekan terkait isu sertifikat pagar laut di ketiga daerah tersebut.

“Di Subang kami belum melakukan check and recheck, belum sampai ke sana,” ujarnya.

Meski demikian, Nusron menegaskan bahwa jika ada laporan terkait penerbitan sertifikat pagar laut, baik dalam bentuk Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) maupun Sertifikat Hak Milik (SHM), pihaknya akan segera menindaklanjuti.

“Kalau ada laporan tambahan, tidak masalah. Kami akan cek satu per satu,” tambahnya.

Dalam pengusutan sertifikat pagar laut di Kabupaten Tangerang, Nusron mengungkapkan bahwa sertifikat terbit di dua desa dari 16 desa yang memiliki pagar laut sepanjang 30,16 km.

Dua desa tersebut adalah:

– Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji: Terbit 263 SHGB dengan total luas 390,79 hektare dan 17 bidang SHM dengan luas 22,93 hektare. Kementerian ATR/BPN telah membatalkan 50 sertifikat.

– Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri: Terbit tiga sertifikat sejak 2019, namun Nusron belum mengonfirmasi apakah itu SHGB atau SHM.

Akibat penerbitan sertifikat pagar laut di Tangerang, delapan pejabat Kantor Pertanahan setempat dijatuhi sanksi administratif.

Di Kabupaten Bekasi, Kementerian ATR/BPN menemukan dua perusahaan memiliki SHGB di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan:

1. PT CL – SHGB terbit pada 2012, 2015, 2016, 2017, dan 2018 dengan total luas 509,79 hektare (78 bidang).

2. PT MAN – Memiliki 268 bidang dengan luas 419,6 hektare. SHGB terbit pada 2013, 2014, dan 2015. Meski demikian, SHGB tersebut tidak bisa serta merta dibatalkan.

Sementara itu, di Sidoarjo, Kementerian ATR/BPN menemukan tiga perusahaan yang memiliki SHGB:

– PT Surya Inti Permata – 285 hektare

– PT Semeru Cemerlang – 152 hektare

– PT Surya Indi Permata – 219 hektare

BACA JUGA: DPR: Kejagung Sedang Selidiki Jajaran ATR/BPN Terkait Kasus Pagar Laut Tangerang

Dua di antaranya, PT Surya Inti Permata dan PT Semeru Cemerlang, mendapatkan SHGB pada 1996 untuk peruntukan tambak. Namun, akibat abrasi, wilayah tersebut kini telah berubah menjadi lautan.

Bahkan tanpa pembatalan dari Kementerian ATR/BPN, SHGB milik kedua perusahaan ini akan berakhir pada 2026 karena masa berlakunya telah habis.

 

(Kaje/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru