BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Cedera yang berulang membuat Zheng Qinwen menjalani musim 2025 dengan ritme yang jauh dari ideal. Petenis asal Cina itu hanya tampil dalam 32 pertandingan tunggal sepanjang musim, sebuah angka yang tergolong rendah untuk pemain papan atas WTA. Meski demikian, Zheng tetap menutup tahun kompetisi dengan pencapaian yang justru memancing perdebatan.
Di tengah keterbatasan tampil akibat masalah fisik, Zheng secara mengejutkan kembali terpilih sebagai Petenis Tunggal Favorit Pilihan Penggemar WTA 2025. Penghargaan tersebut sontak memicu reaksi beragam dari komunitas tenis, terutama karena performanya musim ini dinilai tidak sebanding dengan pemain lain yang tampil lebih konsisten.
Secara statistik, Zheng mengakhiri musim dengan rekor 20 kemenangan dari 32 pertandingan dan menempati peringkat 24 dunia. Posisi tersebut jauh menurun dibandingkan peringkat tertingginya, yakni nomor empat dunia yang sempat ia raih pada Juni lalu. Bahkan, Zheng gagal menambah koleksi lima gelar WTA miliknya karena musimnya harus berakhir lebih cepat akibat cedera.
Keputusan WTA memberikan penghargaan favorit penggemar kembali kepada Zheng langsung menuai kritik di media sosial. Sejumlah penggemar mempertanyakan mekanisme pemungutan suara, menilai minimnya penampilan Zheng di lapangan tidak selaras dengan status favorit penggemar yang ia sandang untuk dua musim berturut-turut.
Baca Juga:
Akhiri Rekor Enam Kekalahan Beruntun, Zheng Qinwen Singkirkan Sabalenka di Roma
Meski menuai pro dan kontra, popularitas Zheng memang tak terbantahkan. Ia memiliki basis penggemar yang sangat besar, terutama di Cina, yang menjadi salah satu pasar tenis terbesar di dunia. Faktor inilah yang diyakini turut memengaruhi hasil pemungutan suara, terlepas dari performa kompetitifnya sepanjang musim.
Di luar kontroversi tersebut, Zheng tetap mencatat momen berkesan pada 2025. Ia dinobatkan sebagai pemilik Pertandingan Terbaik Musim Ini bersama Cori Gauff berkat duel dramatis mereka di semifinal Italian Open di Roma. Meski kalah, penampilan Zheng dalam laga itu dianggap sebagai salah satu yang paling menghibur sepanjang musim.
Zheng juga mencatat pencapaian penting dengan menembus perempat final French Open untuk pertama kalinya dalam kariernya, sebelum langkahnya dihentikan petenis peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka. Capaian tersebut menjadi penegasan bahwa, di balik musim yang terpotong cedera, Zheng Qinwen tetap memiliki daya tarik dan potensi besar di level tertinggi tenis dunia.
(Budis)










