BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Video penganiayaan terhadap seorang perempuan di Depok oleh kekasihnya kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Berdasarkan penyelidikan awal, kekerasan tersebut diduga dipicu penolakan korban saat pelaku mengajaknya terlibat dalam tindakan kriminal. Polisi menilai pelaku memanfaatkan hubungan asmara untuk menjalankan modus love scam.
Penyidik juga menemukan pelaku berinisial A bukan pertama kali terlibat kasus serupa. Ia pernah merancang skema kejahatan dengan memanfaatkan pacarnya untuk mendekati seorang pria dan kemudian membawa kabur sepeda motor milik korban. Peristiwa itu terjadi di wilayah Cimanggis, Depok, dan diselesaikan setelah barang bukti dikembalikan.
“Dulu mereka sempat terlibat aksi kriminal bersama. Perempuan itu disuruh mendekati seseorang, kemudian motor orang itu dibawa kabur oleh pelaku. Kasus tersebut telah selesai karena barang sudah dikembalikan,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, mengutip beritasatu, Minggu (16/11/2025).
Polisi menangkap A di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, setelah aksi penganiayaan teranyar kembali terjadi pada Selasa (30/9/2025) di Cimanggis. Berdasarkan pemeriksaan awal, pertengkaran diduga dipicu persoalan ekonomi. Korban, IN, mengalami memar di bagian paha akibat kekerasan yang dialaminya.
A telah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam dokumentasi kepolisian, ia terlihat mengenakan kaus hitam dan kacamata. Petugas juga menyita pakaian berwarna merah serta celana oranye yang diduga digunakan pelaku saat kejadian berlangsung.
Budi menuturkan, penyidik masih mendalami informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan bahwa kekerasan tersebut dipicu penolakan korban atas ajakan melakukan tindak kejahatan.
“Motif itu masih dikembangkan, apakah benar ada ajakan melakukan kriminal yang ditolak,” ujarnya.
Mantan Kapolresta Malang itu turut mengungkap bahwa pasangan tersebut diduga pernah melakukan aksi serupa di kawasan GBK, Jakarta Pusat.
Baca Juga:
Polri Pulangkan 29 WNI yang Terlibat Judi Online dan Online Scam di Filipina
Dalam video yang beredar luas, korban tampak menangis sambil merekam kekerasan yang dialaminya. Pelaku terlihat mengenakan pakaian merah dan celana oranye, sementara korban berulang kali meminta agar dijauhkan. Unggahan warganet juga menyebut pelaku tidak hanya menargetkan satu perempuan, tetapi beberapa korban lain yang diduga dijebak melalui hubungan asmara untuk melancarkan aksinya.
(Vini Virdiyanti/_Usk)











