BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – MotoGP Mandalika 2025 tak hanya menjadi ajang balap prestisius di Indonesia, tetapi juga titik penting bagi Fabio Quartararo dan tim Monster Energy Yamaha untuk menguji daya tahan mental setelah musim yang penuh pasang surut.
Pebalap asal Prancis itu datang dengan motivasi berbeda usai hasil mengecewakan di Jepang. Quartararo mengakui podium mungkin belum realistis, namun ia menilai balapan di Mandalika bisa menjadi momentum menjaga moral tim yang tengah terpuruk.
“Tujuan saya sederhana: tetap konsisten dan mencoba lebih dekat dengan grup depan. Jika motor bekerja lebih baik, itu akan menjadi langkah maju,” ujar Quartararo, melansir motosport, Jumat (3/10/2025).
Bagi Yamaha, Mandalika memiliki makna lebih dari sekadar perolehan poin. Trek di Lombok ini dipandang sebagai tempat untuk mengetes arah pengembangan M1 di tengah tekanan ketat dari Ducati, KTM, dan Aprilia. Cuaca tropis yang ekstrem serta kondisi ban Michelin dengan kompon khusus menjadi ujian nyata bagi tim dalam menyiapkan strategi.
Baca Juga:
Momen Keakraban Presiden Prabowo dengan Marc Marquez di Istana Negara
Yamaha menekankan, fokus utama bukan semata hasil akhir, tetapi kemampuan tim beradaptasi dengan tantangan balapan. Mandalika diharapkan bisa menjadi laboratorium alami untuk menguji setup motor yang lebih stabil, sekaligus menakar seberapa jauh Yamaha bisa bersaing menjelang musim 2026.
Dengan lima seri tersisa, Mandalika dipandang sebagai kesempatan langka bagi Quartararo untuk menutup musim dengan semangat baru. Tak hanya demi klasemen, tetapi juga menjaga kepercayaan diri pebalap dan tim yang sempat terguncang.
MotoGP Mandalika 2025 pun akhirnya bukan hanya soal perebutan podium, melainkan juga pertarungan mental Yamaha untuk bangkit di tengah persaingan paling ketat dalam satu dekade terakhir.
(Budis)











