BANDUNG, TEROPONGMEDIA – Dengan desain mesin yang dibekukan untuk sebagian besar pabrikan dan fokus pengembangan yang beralih ke mesin 850cc untuk musim 2027, Valentino Rossi mendeskripsikan MotoGP 2026 sebagai tahun transisi.
Namun, setiap musim memiliki ceritanya sendiri dan The Doctor berharap mantan juara dunia 2022 dan 2023, Francesco “Pecco” Bagnaia dan juara dunia 2024, Jorge Martin, agar dapat menemukan kembali performa terbaik mereka.
MotoGP 2025 menjadi musim yang cukup buruk bagi kedua pembalap tersebut dengan faktor penyebab berbeda yang menimpa mereka.
Bagnaia mengalami kesulitan beradaptasi Ducati GP25 terbaru dan dibuat menghadapi Marquez bersaudara. Hasil kurang baik Pecco diperparah dengan Marco Bezzecchi dari Aprilia dan Pedro Acosta dari KTM yang berhasil unggul darinya membuat pembalap Italia tersebut harus puas finish di urutan kellima dalam klasemen kejuaraan dunia.
Sementara Jorge Martin, di musim debutnya bersama Aprilia ia hanya memulai balapan sebanyak delapan kali karena cedera yang menimpa peraih juara dunia 2024 tersebut.
Baca Juga:
MotoGP 2026 Jadi Penentuan Karier Jack Miller, Era V4 Yamaha Dipertaruhkan
Marc Marquez Punya Tekanan Berat di Pundaknya Jelang MotoGP 2026
“Dari sudut pandang teknis, tidak banyak yang berubah. Ini adalah musim transisi, semua pabrikan sudah melihat ke depan tahun 2027 dan berfokus dalam pada pengerjaan motor baru,” ucap Valentino Rossi kepada Sky dikutip dari Crash.net.
“Motor-motornya memiliki kemiripan dengan tahun lalu, tetapi setiap musim memiliki ceritanya sendiri. Tahun lalu, ada beberapa pembalap yang tampil di bawah potensi mereka, terutama Pecco juga Martin, misalnya,” tambah pria berusia 46 tahun tersebut.
“Kami berharap mereka semua dalam kondisi terbaik dan Franco dan Diggia juga bisa melangkah maju dan menjadi lebih kuat. Lalu kita lihat saja nanti. Persaingannya (di MotoGP) sangat ketat, dan selain itu, di MotoGP semua orang tangguh dan memiliki motor yang kuat,” pungkas peraih 9 kali juara dunia tersebut.
Saat ini duet Franco Morbidelli dan Fabio Di Giannantonio di tim VR46 berusaha meningkatkan konsistensi mereka dalam upaya mengakhiri paceklik kemenangan di MotoGP selama dua tahun.
(Magang_UIN Sunan Gunung Djati Bandung/Wilidzan Nawa Chandra Nugraha)









