Mundurnya FX Hadi Rudyatmo dari Plt Ketua PDIP Jawa Tengah Picu Spekulasi Regenerasi Dinasti

FX Hadi Rudyatmo
Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, FX Hadi Rudyatmo (Rudy Kumis). (X/insightpolitica)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pengunduran diri FX Hadi Rudyatmo (FX Rudy) dari jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Tengah disinyalir kuat terkait dengan proses suksesi kepemimpinan di daerah basis utama partai tersebut. Analis politik menduga langkah itu membuka jalan bagi kader keluarga inti partai untuk memegang kendali.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago menilai pengunduran diri yang disampaikan melalui surat kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri pada pertengahan Desember lalu mengindikasikan kebuntuan kompromi internal.

“Tiket kepemimpinan definitif kemungkinan besar tidak lagi mengarah kepada FX Rudy,” ujarnya, dilansir dari CNN, Selasa (23/12).

Nama yang mencuat sebagai calon kuat pengganti adalah Pinka Haprani, putri dari Ketua DPR RI Puan Maharani. Menurut Arifki, penunjukan figur dari trah pendiri partai ini memiliki tujuan strategis jangka panjang.

Jawa Tengah, yang kerap disebut kandang banteng, dipandang sebagai aset paling berharga PDIP untuk proses regenerasi dan persiapan menuju Pemilihan Presiden 2029. Kekalahan partai di Pilpres dan Pilkada Jateng 2024 dinilai meningkatkan urgensi untuk menempatkan pemimpin yang dapat mengkonsolidasi basis.

“Figur seperti Pinka akan memastikan perhatian dan sumber daya DPP terfokus penuh untuk menjaga Jawa Tengah. Ini soal gengsi politik dan posisi tawar,” jelasnya.

Baca Juga:

Rudy Kumis Mundur dari Plt Ketua PDIP Jawa Tengah, Surati Langsung Megawati

Namun, langkah tersebut juga mengandung risiko. Arifki mempertanyakan kemampuan kader muda tersebut mempertahankan benteng partai dari incaran kekuatan baru seperti Gerindra dan PSI.

“Pinka mungkin belum memiliki jaringan akar rumput sekuat Bambang Pacul, tetapi keunggulan garis keturunannya bisa menjadi modal,” tambahnya.

Dinamika internal ini disangkal oleh juru bicara partai. Deddy Yevri Hanteru Sitorus dari DPP PDIP menyatakan bahwa penugasan FX Rudy memang bersifat sementara dan telah berakhir.

“Bukan mundur. Tugas beliau untuk mengonsolidasikan partai sudah selesai,” katanya.

Terlepas dari pernyataan resmi, Arifki melihat mundurnya FX Rudy sebagai sinyal jelas bagi kader lain.

“Figur kuat lain akan berpikir dua kali untuk bersaing, karena bisa dianggap melawan arus utama keputusan partai,” pungkas Arifki.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

2

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru