BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Nicolo Bulega bersiap menjalani salah satu momen paling menegangkan dalam kariernya, bukan karena antusiasme tinggi, melainkan rasa ragu dan tekanan besar. Pebalap asal Italia itu mengaku belum sepenuhnya percaya diri menghadapi tantangan menjajal Ducati Desmosedici GP25, motor yang baru beberapa pekan lalu masih dikendarai Marc Marquez.
Tes privat di Sirkuit Jerez menjadi pintu masuk Bulega ke dunia MotoGP. Namun alih-alih penuh euforia, runner-up WorldSBK 2025 itu justru menilai kesempatan ini bisa menjadi pedang bermata dua.
“Semua pebalap pasti ingin mencoba motor Marc. Tapi saya juga takut mempermalukan diri sendiri. Ini motor yang luar biasa, dan saya tidak ingin terlihat tidak siap,” ujar Bulega, melansir Sky Sport Italia, JUmat (31/10/2025).
Pebalap yang baru menandatangani perpanjangan kontrak dengan Ducati itu mengatakan, transisi dari motor Superbike ke MotoGP bukan perkara mudah. Ia menyadari perbedaan besar dari sisi aerodinamika, rem karbon, sistem height device, hingga ban Michelin yang memiliki karakteristik sangat berbeda dari Pirelli yang ia gunakan di WorldSBK.
“Saya ingin belajar dan merasakan semuanya, tapi saya tahu tidak bisa langsung cepat. MotoGP adalah dunia lain, jauh lebih kompleks dan menuntut presisi tinggi,” tambahnya.
Baca Juga:
Dominasi Ducati di Mugello, Marc Marquez Kian Tak Terbendung
Tes Jerez ini menjadi ujian nyata bagi mental Bulega. Ducati memberi kesempatan penuh selama dua hari, namun cuaca yang tak bersahabat di hari pertama membuatnya semakin gugup. Hujan yang turun membuat Ducati mempertimbangkan untuk memperpanjang sesi hingga Kamis agar Bulega mendapat waktu adaptasi lebih banyak.
Direktur Olahraga Ducati, Mauro Grassilli, menegaskan bahwa hasil tes ini akan menjadi pertimbangan utama apakah Bulega akan tampil di dua seri terakhir MotoGP 2025, yaitu di Portugal dan Valencia.
“Nicolo akan menguji motor MotoGP di Jerez dan kemudian kami putuskan bersama. Ia ingin balapan, tapi dengan persiapan yang nyata,” kata Grassilli.
Meski tampak hati-hati, Bulega tidak menutup kemungkinan tampil jika Ducati menilai dirinya siap. Namun untuk saat ini, ia memilih jujur terhadap perasaannya sendiri:
“Saya bukan Marc Marquez. Saya hanya ingin memahami motor ini dulu tanpa terburu-buru, tanpa kesalahan bodoh,” tuturnya.
Tes Jerez bukan sekadar uji kemampuan teknis, tapi juga ujian mental bagi Bulega. Di tengah dominasi Ducati di MotoGP, satu kesalahan kecil bisa menjadi bumerang besar bagi reputasinya. Karena itu, bagi Bulega, keberanian kali ini bukan soal kecepatan, melainkan keberanian untuk mengakui bahwa ia masih belajar.
(Budis)







