TASIKMALAYA, TEROPONGMEDIA.ID – Otoritas Jasa Keuangan terus berkomitmen dalam mendukung pemerintah untuk mencapai pertumbuhan yang yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan sehingga terwujud visi Indonesia Emas Tahun 2045. Komitmen tersebut diwujudkan Kantor OJK Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam pembahasan Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026.
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman menegaskan hal tersebut dalam pertemuan dengan Bupati Tasikmalaya Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Senin (1/12). Dalam pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 OJK Jawa Barat Melati Usman, Kepala Bagian Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Rachmat Amir Sudyana.
“OJK memiliki peran penting dalam mendukung pemerintah (pusat dan daerah) untuk mencapai visi Indonesia Emas Tahun 2045. Untuk itu, sebagai bentuk dukungan, OJK bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya membahas program kerja TPAKD Tahun 2026, terutama program kerja yang mengembangkan potensi unggulan di Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Darwisman. Ia menjelaskan bahwa perekonomian Kabupaten Tasikmalaya dapat berkontribusi lebih optimal terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi provinsi Jawa Barat secara keseluruhan dengan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya di Triwulan III-2025 diproyeksi sebesar 3,76% YoY, lebih rendah dari Jawa Barat yang sebesar 5,20% YoY.
Perekonomian Kabupaten Tasikmalaya, menurut Darwisman, memiliki potensi yang tergolong banyak dan beragam. Pertama, Kabupatan Tasikmalaya memiliki bonus demografi. Berdasarkan kategori usia, jumlah penduduk di Kabupaten Tasikmalaya terbanyak merupakan Generasi Z (25,34%), diikuti dengan Gen Millenial (22,26%), Gen Alpha (20,18%), Gen X (19,68%), dan Gen Baby Boomer (12,54%).
Kedua, Kabupaten Tasikmalaya memiliki jumlah UMKM yang tergolong banyak yakni sebesar 226.593 unit usaha yang bergerak di sektor perdagangan besar dan eceran, sektor penyediaan akomodasi, makanan, dan minuman, sektor pengangkutan dan pergudangan, sektor industri pengolahan, dan sektor informasi dan komunikasi. Namun, pelaku UMKM tersebut masih minim dalam mengakses pembiayaan/ kredit perbankan yang tercermin dari jumlah rekening sebanyak 183.683 terhadap total pelaku UMKM di Kabupaten Tasikmalaya.
Baca Juga:
OJK Terbitkan Kebijakan Perlakuan Khusus Kredit/Pembiayaan Korban Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
Kepala OJK Jawa Barat Puji Kinerja Perbankan di Garut Salurkan Kredit Paling Tinggi
Ketiga, Kabupaten Tasikmalaya memiliki komoditas unggulan di sektor pertanian yakni Padi, Sapi Perah, Kambing/Domba, Pisang, Jahe, dan Kopi. Selain itu, Kabupaten Tasikmalaya memiliki produk unggulan di sektor ekonomi kreatif antara lain mendong dan kerajinan.
“Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dapat menetapkan pengembangan komoditas unggulan yang high impact terhadap perekonomian Kabupaten Tasikmalaya untuk menjadi program kerja TPAKD Tahun 2026,” ujar Darwisman.
Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati menambahkan bahwa TPAKD Kabupaten Tasikmalaya telah menjalankan 8 (delapan) program kerja di tahun ini yakni Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), Bussiness Matching UMKM, Edukasi Dan Sekolah Pasar Modal, Asuransi Nelayan, Digitalisasi Keuangan, Sosialisasi dan Edukasi Keuangan, Optimalisasi K/PMR. Pelaksanaan program-program tersebut membuka akses keuangan kepada masyarakat antara lain pembukaan 23.515 rekening baru, business matching kepada 190 umkm, 100 peserta sekolah pasar modal, 15.940 merchant emas dallam digitalisasi keuangan. “OJK Tasikmalaya berkomitmen untuk memperkuat sinergitas dan kolaborasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Tasikmalaya dalam menyusun program kerja TPAKD Tahun 2026 demi tercapainya program pemerintah yakni Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.











