BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – OJK senantiasa memastikan kesetaraan dalam mengakses produk dan layanan jasa keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, demikian disampaikan Kepala OJK Jawa Barat Darwisman dalam sambutannya pada kegiatan penutupan Program Pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) bagi petugas pelayanan (frontliners) perbankan, bertempat di Auditorium Bandung Creative Hub.
“Hari ini kita menutup pelatihan BISINDO bagi pegawai frontliner bank umum di Kota Bandung. Kegiatan ini bertujuan agar pegawai tidak hanya menguasai keterampilan baru, melainkan menjadi duta inklusi yang membuka pintu layanan keuangan lebih lebar bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Visi kami jelas: no one left behind,” kata Darwisman.
OJK Jawa Barat juga mendorong komitmen industri perbankan untuk mengadopsi Pedoman SETARA sebagai standar pelayanan keuangan yang ramah disabilitas. Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026.
Wali Kota Bandung yang diwakili oleh Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bandung Dicky Wishnumulya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan sinergi yang telah terjalin.
“Program DIA KITA adalah bukti nyata bahwa inklusi keuangan bukan sekadar jargon, melainkan wujud nyata dari komitmen bersama. Kami berharap frontliners yang telah dilatih BISINDO dapat segera mempraktikkan keterampilan ini di tempat kerja masing-masing, sehingga layanan perbankan di Bandung semakin ramah bagi penyandang disabilitas,” kata Dicky.
Pelaksanaan kegiatan dihadiri lebih dari 150 peserta yang merupakan perwakilan perbankan, komunitas disabilitas, serta jajaran pemerintah daerah. Kegiatan dimaksud juga merupakan bagian dari implementasi program DIA KITA (Disabilitas Berdaya, Keuangan Inklusif Tercipta). Program ini merupakan sebuah inisiatif unggulan dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Bandung yang sebagai wujud nyata upaya inklusivitas akses keuangan bagi seluruh golongan masyarakat tanpa terkecuali.
Pelatihan intensif BISINDO berlangsung sejak 13 April 2026 dan berhasil membekali 40 frontliners dari 33 instansi perbankan dengan keterampilan komunikasi yang inklusif. Pelatihan ini juga melibatkan Guru Teman Tuli dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin). Materi yang disampaikan dirancang secara kontekstual demi memenuhi kebutuhan komunikasi nasabah disabilitas.
Seremonial Kick-Off Bulan Literasi Keuangan 2026 ditandai dengan penabuhan kendang secara simbolis. Pada kesempatan yang sama dilakukan pula penyerahan flyer literasi keuangan dalam format huruf braille yang dilengkapi dengan kode barcode menuju audiobook bagi penyandang disabilitas netra. Hal ini sebagai bentuk inovasi literasi yang adaptif. Rangkaian kegiatan BLK dilaksanaan pada Mei hingga Juni 2026.
Rangkaian kegiatan BLK 2026 akan diisi dengan kegiatan edukasi keuangan masif, sosialisasi preventif terhadap pinjaman online ilegal, kampanye perlindungan konsumen, hingga penganugrahan Financial Literacy Award. Keterlibatan komunitas disabilitas dalam kegiatan ini juga menegaskan pesan kuat bahwa edukasi dan akses keuangan adalah hak semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Melalui momentum ini, OJK Jawa Barat mengingatkan bahwa penguatan literasi dan inklusi keuangan tidak hanya menjadi tanggung jawab regulator, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi OJK, pemerintah daerah, pelaku usaha jasa keuangan dan komunitas masyarakat.
OJK juga senantiasa berkomitmen untuk memastikan layanan keuangan di Jawa Barat tumbuh menjadi lebih aman, inklusif, berkelanjutan dan mampu memberdayakan seluruh lapisan masyarakat, demi terwujudnya kemandirian ekonomi yang setara bagi penyandang disabilitas.











