BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Indonesia menyatakan rencananya untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui program transmigrasi. Langkah ini sebagai upaya untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard dalam kegiatan pembekalan Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi (Kementrans).
Ia mengatakan program transmigrasi merupakan instrumen strategis menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru sekaligus menjaga stabilitas di wilayah pinggiran dan perbatasan.
“Transmigrasi bukan hanya soal memindahkan penduduk. Ini adalah ikhtiar besar bangsa untuk menghadirkan keadilan, pemerataan, sekaligus menjaga kedaulatan,” kata Febrian, melansir Antara, Senin (25/82025.
Ferian menyampaikan bahwa hilirisasi di sektor pertambangan, minyak dan gas (migas), pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga kelautan membutuhkan ekosistem industri yang lengkap untuk berkembang.
Ekosistem tersebut meliputi ketersediaan sumber daya manusia (SDM), riset dan teknologi, investasi, institusi, serta infrastruktur yang memadai.
Baca Juga:
AHY Resmikan Ekspedisi Patriot, 2.000 Peneliti Diterjunkan ke Kawasan Transmigrasi!
Ini Tugas 2000 Anggota Tim Ekspedisi Patriot Yang Diturunkan ke 154 Wilayah Transmigrasi
Untuk itu, program transmigrasi ini menjadi strategi pemerintah untuk menyiapkan sumber daya yang mumpuni untuk mendukung hilirisasi tersebut. Program transmigrasi ini dapat menjadi wadah penguatan SDM dan pengembangan teknologi di kawasan-kawasan yang memiliki potensi industri.
“Transmigrasi terbukti melahirkan pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Jawa,” ujar Febrian.
Wilayah yang ditargetkan menjadi pendorong ekonomi baru antara lain adalah wilayah timur Indonesia, seperti Sulawesi, Maluku, dan Papua. Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi wilayah timur Indonesia dapat mencapai 9-11 persen. Target tersebut diupayakan untuk tercapai melalui program transmigrasi.
Untuk mendukung program transmigrasi ini, pemerintah juga telah melepas 2.000 peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) ke 154 wilayah transmigrasi Indonesia. Tim ini nantinya akan melaksanakan tugas untuk melakukan riset dan pemetaan potensi ekonomi wilayah transmigrasi.
“Tim Ekspedisi Patriot bukan sekedar program. Ini adalah sebuah gerakan nasional untuk membuktikan bahwa kita, khususnya anak-anak muda, bisa menjadi garda depan perubahan,” ujar Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman dalam agenda Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot di Jakarta, Minggu (23/8/2025) seperti dilansir dari Antara.
Tim Ekspedisi Patriot diharapkan dapat memberikan solusi terintegrasi guna mengatasi pelbagai persoalan di kawasan transmigrasi.
(Raidi/Budis)











