JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah mulai membuka peluang memperluas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak hanya menyasar pelajar dan ibu hamil, tetapi juga anak jalanan serta penyandang disabilitas.
Wacana tersebut mencuat setelah muncul masukan publik yang menilai masih ada kelompok rentan yang belum tersentuh program prioritas tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan, hingga saat ini cakupan MBG memang masih difokuskan pada balita, peserta didik dari PAUD hingga SMA/SMK, serta ibu hamil dan menyusui. Namun, pemerintah tidak menutup mata terhadap kebutuhan kelompok lain.
“Terus terang kalau berkenaan dengan makan bergizi gratis untuk anak jalanan dan disabilitas itu belum. Tapi terima kasih atas catatan dan masukannya,” ujar Prasetyo di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Pemerintah Terbuka Evaluasi Program
Prasetyo menegaskan, pemerintah membuka diri terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Menurutnya, program sebesar MBG harus terus dievaluasi agar benar-benar menjawab persoalan riil di lapangan.
“Kami terus membuka diri. Kalau memang ada yang masih luput atau belum terpikirkan oleh pemerintah, silakan disampaikan. Kami akan terbuka,” katanya.
Ia menilai masukan tersebut relevan, mengingat anak jalanan dan penyandang disabilitas termasuk kelompok yang rentan terhadap masalah gizi dan akses pangan layak.
Prabowo Akui Ada Kekurangan dalam MBG
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui adanya kekurangan dan penyimpangan dalam pelaksanaan MBG. Namun, ia menekankan bahwa secara keseluruhan program tersebut menunjukkan hasil yang sangat positif.
“Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan dan penyimpangan,” kata Prabowo saat retret Kabinet Merah Putih di Hambalang.
Meski demikian, Prabowo mengklaim tingkat keberhasilan MBG mencapai hampir sempurna.
“Kalau kita pelajari secara objektif, secara statistik boleh dikatakan 99,99 persen berhasil,” ujarnya.
Target Zero Defect dan Pengawasan Ketat
Prabowo menegaskan, pemerintah tidak ingin berpuas diri. Target utama MBG adalah zero defect, tanpa toleransi terhadap kesalahan sekecil apa pun.
“Kita tidak puas dengan kekurangan 0,0 sekian. Itu pun bagi kita sesuatu yang harus kita atasi,” tegasnya.
Ia memastikan pengawasan, evaluasi, dan perbaikan terus dilakukan agar program MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan dan tidak menyimpang.
Baca Juga:
Dua Bos PT PP Korupsi Proyek Fiktif, Maling Uang Negara Rp46,8 Miliar!
MBG sebagai Upaya Lawan Kelaparan
Prabowo menekankan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan instrumen strategis untuk memerangi kelaparan dan kemiskinan struktural. Ia mengutip pesan Presiden pertama RI, Soekarno.
“Perut yang lapar tidak bisa menunggu. Pemimpin yang bertanggung jawab harus bekerja keras menghilangkan kelaparan dan kemiskinan,” ujarnya.
55 Juta Penerima Manfaat dalam Setahun
Dalam satu tahun pelaksanaan, MBG telah menjangkau 55 juta penerima manfaat. Angka ini dinilai sebagai capaian besar di tingkat global.
Prabowo membandingkan Indonesia dengan Brasil yang membutuhkan 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima manfaat.
“Kita satu tahun mencapai 55 juta penerima manfaat,” ungkapnya.
Meski menuai kritik dan ejekan, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus menjalankan MBG.
“Masyarakat menunggu program ini. Kita buktikan MBG berhasil,” pungkasnya.
(Dist)











