BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Sosial (Dinsos) dukung pelaksanaan Program Sleman Pintar dengan mengalokasikan dana sebesar Rp8,7 miliar.
“Ini salah satu program unggulan dalam bidang pendidikan bertujuan memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan tinggi bagi para keluarga miskin,” Kata Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Sleman, Sarastomo Ari Saptoto mengutip Yogyapos, Selasa (21/10/2025).
Program Sleman Pintar merupakan wujud nyata dari misi pertama Pemerintah Kabupaten Sleman, yakni mendorong pembangunan sumber daya manusia yang produktif, berkualitas, dan berkepribadian melalui pendidikan dan pelatihan. Program ini dikenal dengan slogan “Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana.”
Menurut keterangan Ari, anggaran sebesar Rp 8,7 miliar akan dialokasikan untuk membiayai pendidikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang menempuh kuliah di sejumlah perguruan tinggi mitra Pemkab Sleman.
Saat ini, tercatat sekitar 796 mahasiswa dari keluarga miskin di Sleman yang mengikuti program tersebut.
“Ada lima perguruan tinggi telah menjalin kerja sama dengan Pemkab Sleman antara diantaranya, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Amikom Yogyakarta, Universitas Teknologi Yogyakarta, Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) dan Politeknik Pembangunan Pertanian,” jelas Ari.
Selain memberikan bantuan biaya pendidikan, Program Sleman Pintar juga menerapkan proses seleksi yang ketat guna memastikan penerima benar-benar memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Beberapa persyaratan utama mencakup kepemilikan KTP Sleman, tercatat dalam data kemiskinan atau sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), penyandang disabilitas, lulusan maksimal tiga tahun terakhir, memiliki nilai ijazah minimal 7, menunjukkan motivasi kuat untuk melanjutkan pendidikan, serta lulus seleksi di perguruan tinggi mitra sesuai standar akademik masing-masing institusi.
Kepala Dinas Sosial Sleman, Ari, mengungkapkan bahwa sejumlah peserta program telah berhasil menyelesaikan studi.
“Tahun ini, 14 mahasiswa dari Universitas Amikom Yogyakarta telah resmi diwisuda, bahkan salah satunya meraih IPK sempurna 4,00. Selain itu, 78 mahasiswa lainnya dijadwalkan mengikuti wisuda pada November mendatang,” ujarnya.
Baca Juga:
Lebih lanjut, Ari menjelaskan Program Sleman Pintar merupakan bagian dari strategi penanggulangan kemiskinan di daerah, yang dijalankan melalui tiga pendekatan utama: mengurangi beban konsumsi keluarga miskin, meningkatkan pendapatan, serta memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan tinggi.
Untuk tahun anggaran 2026, Pemkab Sleman berencana memperluas kerja sama dengan lebih dari 40 perguruan tinggi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan harapan semakin banyak keluarga miskin dapat mengakses pendidikan yang layak dan berkualitas.
(Vini Virdiyanti/Aak)











