Pencak Silat Pacu Jalur Cepat ke Olimpiade, Gabung dengan Aliansi Olahraga Global

Pencak silat olimpiade
(Dok Kemenpora)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Upaya Indonesia membawa pencak silat ke panggung Olimpiade mendapatkan terobosan signifikan.

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Alliance of Independent Recognized Members of Sport (AIMS), sebuah organisasi payung olahraga non-Olimpik yang diakui Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Penandatanganan ini dilakukan dalam Sidang Umum AIMS di Lausanne, Swiss, akhir Oktober lalu, membuka jalan bagi pencak silat untuk memperoleh legitimasi dalam ekosistem olahraga internasional.

Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, menegaskan langkah ini merupakan bagian dari diplomasi olahraga yang lebih luas.

“Pencak silat adalah simbol budaya kita, dan sudah saatnya ia dikenal serta diakui di panggung Olimpiade,” ujar Okto dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (5/11/2025).

Jalur Menuju Pengakuan IOC

AIMS berperan sebagai wadah bagi cabang olahraga yang sedang dalam proses menuju pengakuan resmi IOC. Tujuannya adalah membantu anggota memperkuat tata kelola, memperluas jangkauan global, dan memfasilitasi komunikasi dengan IOC.

Bergabung dengan AIMS dianggap sebagai langkah strategis. Beberapa cabang olahraga seperti muaythai, cheerleading, dan lacrosse, yang sebelumnya berada di bawah AIMS, kini telah berhasil mendapat pengakuan IOC. Pencak silat diharapkan dapat mengikuti jejak kesuksesan tersebut.

“Melalui kemitraan dengan AIMS, kita membuka jalan bagi pencak silat untuk masuk ke sistem Olimpiade. Ini adalah langkah konkret agar olahraga tradisional Indonesia mendapat pengakuan global,” tegas Okto.

BACA JUGA

Demi Lestarikan Olahraga Pencak Silat, Bandung Fighting Club Gelar Duel XIII

Indonesia Juara Umum Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Abu Dhabi

Target Olimpiade

Okto juga mengungkapkan target jangka pendek yang konkret. “Tujuan jangka pendeknya adalah tampil di Youth Olympic Games Dakar 2026,” jelasnya.

Namun, untuk mewujudkan ambisi yang lebih besar, diperlukan akselerasi proses. Okto menekankan perlunya peningkatan komunikasi dan koordinasi langsung dengan IOC.

“Karena itu, kita sangat membutuhkan percepatan proses perbaikan komunikasi antara Indonesia dan IOC. Kita ingin segera memastikan pencak silat juga bisa direkognisi oleh IOC,” pungkasnya.

Keberhasilan pencak silat bergabung dengan AIMS tidak hanya sekadar pencapaian administratif, melainkan sebuah representasi diplomasi budaya Indonesia di kancah global.

Langkah ke olimpiade ini menunjukkan bahwa pencak silat sebagai olahraga tradisional dapat bertransformasi menjadi olahraga modern yang diakui dunia.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

3

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru