BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih berlangsung. Hingga hari kedelapan operasi, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mengidentifikasi 49 kantong jenazah dari total 50 kantong yang telah masuk proses identifikasi. Sementara itu, 13 kantong jenazah lainnya masih menjalani pemeriksaan lanjutan.
Di tengah cuaca yang tak menentu dan kondisi medan yang labil, Tim SAR Gabungan kembali mengevakuasi empat kantong jenazah pada Sabtu pagi. Penemuan terjadi di sejumlah titik pencarian berbeda dengan selang waktu kurang dari dua jam.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa temuan pertama terjadi pada pukul 09.29 WIB di Worksite B2 sektor B. Tak lama berselang, satu kantong jenazah kembali ditemukan di Worksite A1 pada pukul 10.23 WIB. Dua penemuan lainnya menyusul di Worksite A2 masing-masing pukul 10.58 WIB dan 11.19 WIB.
“Dengan tambahan temuan hari ini, total kantong jenazah yang berhasil dievakuasi mencapai 64 kantong hingga pukul 11.30 WIB,” ujar Ade, dikutip dari Antara (Sabtu (31/1/2026).
Baca Juga:
Pencarian Hari Keempat, 50 Jenazah Korban Longsor Cisarua Ditemukan
Meski demikian, perjuangan belum usai. Sebanyak 16 korban lainnya masih dinyatakan dalam pencarian (DP). Operasi SAR pun dipastikan terus berlanjut mengikuti masa tanggap darurat bencana longsor yang telah ditetapkan Bupati Bandung Barat selama dua pekan, hingga 6 Februari 2026.
“Sesuai arahan Kepala Basarnas, operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan masa tanggap darurat yang telah ditetapkan,” tegas Ade.
Pada hari kedelapan ini, ribuan personel gabungan kembali diterjunkan dengan membagi wilayah pencarian ke dalam tiga sektor utama, yakni sektor A, B, dan C. Metode pencarian dilakukan secara manual, dibantu anjing pelacak K9, serta dukungan alat berat yang terus bekerja membongkar material longsoran.
Sebanyak 3.675 personel gabungan dikerahkan dalam operasi besar ini. Mereka didukung 17 unit alat berat dan 22 ekor anjing pelacak K9 yang disebar di seluruh titik pencarian











