BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Memasuki hari ke-8 Operasi SAR, Tim SAR Gabungan menemukan dan mengevakuasi 10 bodypack, yang tersebar di beberapa lokasi Longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Dengan penambahan temuan tersebut, total bodypack yang telah berhasil dievakuasi hingga Sabtu (31/1/2026) pukul 16.55 WIB berjumlah 70 bodypack, dan saat ini masih terdapat perkiraan 10 jiwa yang dinyatakan dalam pencarian.
Dari sisi proses Disaster Victim Identification (DVI), sebanyak 53 korban dari 54 bodypack telah berhasil teridentifikasi, sementara 16 bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan oleh tim DVI sesuai prosedur yang berlaku.
Tim SAR Gabungan yang berasal dari Basarnas, TNI, Polri, kementerian dan lembaga terkait, relawan, terus bekerja secara terpadu, terkoordinasi, dan mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama.
Operasi pencarian para korban akan terus dilanjutkan dengan pendekatan yang terukur, berbasis evaluasi lapangan, serta menyesuaikan dengan dinamika kondisi alam dan keselamatan personel.
“Harapan dan komitmen kami tetap sama, yaitu menemukan seluruh korban yang masih dalam pencarian dan menyerahkannya kepada keluarga dengan penuh penghormatan dan kemanusiaan,” dikutip dari akun @kantorsar_bandung, Minggu (1/2/2026).
Baca Juga:
Pencarian Hari Kedelapan, 64 Jenazah Korban Longsor Cisarua Ditemukan
Respons Cepat OJK Jabar, Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Longsor Cisarua
Pencarian korban longsor dilakukan oleh lebih dari 3.000 personil tim SAR gabungan. Tim memanfaatkan berbagai peralatan dalam mencari korban, seperti lima pesawat helikopter, 17 alat berat, dan 22 drone.
Operasi SAR pencarian korban longsor dilakukan selama 24 jam sehari. Meskipun pada malam hari, pencarian korban di lokasi longsor dihentikan, proses evaluasi dan koordinasi penanganan longsor terus dilaksanakan.
Para petugas juga menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak dan doa masyarakat Indonesia. Mohon doa agar seluruh tim senantiasa diberikan keselamatan, kekuatan, dan kelancaran dalam melanjutkan tugas kemanusiaan ini.
Masuk Zona Kuning, Warga Kembali Pulang ke Rumah
Sementara itu, Bupati KBB Jeje Ritchie Ismail menambahkan, pihaknya telah mendapatkan hasil pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Beberapa warga yang rumahnya masuk zona kuning dalam peta tersebut telah dipulangkan kembali ke rumahnya.
Sementara itu, masyarakat yang masuk zona rawan gerakan tanah bakal direlokasi dan disediakan hunian sementara dan hunian tetap.
“Pemerintah daerah akan cari lahan untuk relokasi berdasarkan hasil pemetaan dari Badan Geologi bahwa lahan tersebut aman untuk dihuni,” ujar Jeje.
Ia mengimbau masyarakat di Kabupaten Bandung Barat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam karena curah hujan tinggi. Apabila tersapat tanda bahaya, segera evakuasi diri ke tempat yang aman.











