Pendidikan di Era Digitalisasi: Akselerasi atau Justru Degradasi?

-

Tidak ada video disisipkan.

SUAR MAHASISWA AWARDS — Dalam menghadapi kemajuan zaman terutama dalam beradaptasi dengan zaman serba digital saat ini, pendidikan bukan hanya sekedar proses belajar tatap muka. Saat ini, metode pendidikan sudah mulai menyesuaikan diri bahkan terbiasa dan bergerak mengikuti perkembangan zaman, mulai dari kurikulum, proses, hingga sumber belajar yang interaktif dan mudah diakses.

Digitalisasi berarti proses memanfaatkan teknologi berbasis digital. Sementara digitalisasi pendidikan merupakan proses memanfaatkan teknologi berbasis digital pada pembelajarannya. Jika diibaratkan, pendidikan adalah perahu yang berlayar, sementara digitalisasi adalah teknologi yang akan mempermudah perjalanan menuju tujuannya. Tanpa teknologi, perahu akan tetap bisa berlayar, namun teknologi akan mempermudah bahkan mempercepat perjalanan. Di balik efisiensi itu, muncul pertanyaan “apakah digitalisasi pendidikan ini memang sebuah akselerasi atau dianggap sebagai sebuah degradasi yang menggerus esensi pendidikan sesungguhnya?”

Berkaca dari hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengambil kebijakan dengan mengupayakan 300 ribu sekolah untuk memiliki jaringan internet pada akhir tahun 2025 ini, untuk menyesuaikan perkembangan zaman terutama mendukung digitalisasi pembelajaran. Selain itu, September 2025 pemerintah resmi meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran sebagai satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.

Program ini menghadirkan konten pembelajaran digital, pelatihan tenaga pendidik yang berguna untuk mempercepat transformasi pendidikan di Indonesia. Hal ini berarti, digitalisasi dinilai sebagai sebuah peluang yang mendukung kemajuan pendidikan karena memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, pemahaman materi yang lebih baik, hingga pengembangan keterampilan digital masa kini.

Namun, sewajarnya sifat digitalisasi ini akan tergantung bagaimana kita mengelolanya. Tidak dapat dipungkiri tentunya terdapat tantangan yang harus dihadapi. Berdasarkan peta jalan pendidikan Indonesia 2025-2045 (Bappenas), tantangan tersebut mencakup keterbatasan infrastruktur, tingkat kesiapan tenaga pendidik, dan juga kesenjangan digital yang bagaimanapun akan memerlukan solusi dalam mewujudkan pendidikan yang ideal.

Meskipun terdapat banyak peluang, digitalisasi pendidikan ini juga memberikan tantangan. Berdasarkan data Bappenas, sekitar 27.650 satuan pendidikan belum memiliki akses internet, sementara 3.323 satuan pendidikan tidak memiliki akses listrik. Ketimpangan akses ini akan mempersulit penyediaan pendidikan digital secara merata, terutama untuk daerah terpencil.

Meski demikian, pendidikan hari ini tanpa digitalisasi menjadi suatu hal yang terasa sangat jauh tertinggal. Tidak bisa dipungkiri digitalisasi pun akan memberikan efisiensi seperti memperluas akses pembelajaran digital, mendorong kreativitas, bahkan inovasi sekalipun.

 

Penulis: 

Khairini

Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

2

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru