BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID – Pengemudi mobil berinisial A, yang terlibat dalam kecelakaan di Jalan Cigondewah Kidul akibat tumpukan galian tanpa plang peringatan, akhirnya memberikan kronologi lengkap mengenai peristiwa yang menelan korban luka berat tersebut.
A menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi karena kondisi jalan gelap, tidak adanya papan peringatan, dan tumpukan galian yang dibiarkan tanpa pembatas. Menurutnya, kendaraan yang ia kemudikan awalnya tergelincir lalu naik ke atas gundukan galian.
“Galian kelihatan, tapi tidak ada plang atau pembatas antara jalan dan galian. Jalannya juga gelap. Mobil awalnya tergelincir, naik ke tumpukan galian. Sampai tiga kali naik begitu, pas yang ketiga setir otomatis ngebanting ke kanan,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (18/11/2025).
A menegaskan bahwa rekaman CCTV juga memperlihatkan mobilnya berbelok tanpa ia sempat mengendalikan arah. Pada saat yang sama, sebuah motor melaju cukup kencang dari arah berlawanan dalam posisi berada di tengah jalan.
“Setirnya bukan saya yang belokin, di CCTV juga kelihatan langsung belok. Motor dari arah berlawanan cukup kencang, posisinya di tengah,” ucapnya.
A mengaku langsung turun dari kendaraan untuk memeriksa kondisi pengendara motor, yang ternyata tersangkut di bagian mobil. Ia kemudian memundurkan mobil, lalu kembali untuk membantu korban.
“Saya turun, lihat motor nyangkut di mobil. Terus saya mundurin mobil, lalu bantuin korban. Banyak warga datang, lalu saya panggil ambulans. Yang manggil ambulans saya,” jelasnya.
Baca Juga:
Kecelakaan Terjadi di Tol Cipularang, Tewaskan Dosen UIN Bandung
Namun, karena ambulans terhambat macet dan warga meminta menunggu polisi, A mengambil keputusan cepat untuk membawa korban ke rumah sakit menggunakan mobilnya sendiri.
“Ada cekcok sedikit sama warga, mereka minta tunggu ambulans dan polisi. Tapi saya ingin korban cepat ditangani, jadi saya putuskan bawa ke Rumah Sakit Santosa Kopo biar nggak lama,” ujarnya.
Dalam perjalanan, mobil A bertemu ambulans. Petugas kemudian melakukan pertolongan pertama sebelum korban dibawa ke rumah sakit.
A menegaskan bahwa korban tidak meninggal di lokasi kejadian.
“Pas kejadian korban masih bernyawa. Pas ditangani ambulans juga masih bernyawa, katanya ini mah pingsan,” ungkapnya.
Setibanya di RS Santosa, korban langsung mendapatkan penanganan medis intensif karena detak jantungnya melemah.
“Di rumah sakit juga masih bernyawa, langsung ditindak karena detak jantungnya lemah dan langsung dipompa jantung,” pungkasnya.
(Kyy/Budis)











