Peran Influencer dalam Digital Marketing: Dampaknya Terhadap Sikap dan Perilaku Konsumen

Ilustrasi-Peran Influencer dalam Digital Marketing : Dampaknya Terhadap Sikap dan Perilaku Konsumen (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Di era digital seperti sekarang, internet adalah bagian terpenting yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan manusia. Banyak perkejaan atau kegiatan individu yang bergantung pada internet. Salah satunya adalah kegiatan jual beli. Sebelum ada internet, kegiatan jual beli biasanya dilakukan di pasar, toko, atau tempat – tempat lain yang menjual berbagai hal.

Namun, saat ini kegiatan jual beli bisa dilakukan dirumah tanpa bertatap muka secara langsung antara penjual dan pembeli. Lalu, bagaimana konsumen dapat mengetahui apakah produk yang akan ia beli bagus atau tidak? Melalui pertanyaan inilah muncul sebuah strategi pemasaran yang bernama Digital Marketing.

Menurut Kumba Digdowiseiso dan Ria Ria dalam artikel Pengenalan Digital Marketing bagi Pelaku UMKM di Kelurahan Jatisampurna Kota Bekasi, Digital Marketing merupakan upaya pemasaran atau proses penjualan di media digital dalam menawarkan produk atau jasa yang dimiliki sebuah perusahaan. Media digital yang saat ini banyak digunakan untuk kegiatan pemasaran adalah media sosial.

Banyaknya konsumen yang menggunakan media sosial akan memperbanyak target konsumen yang dapat dijangkau. Jenis Digital Marketing dengan menggunakan media sosial biasa melibatkan juga pihak lain yang terpercaya untuk memasarkannya. Salah satu jenis Digital Marketing ini adalah Influencer Marketing.

Influencer Marketing merupakan pemasaran atau promosi yang dilakukan oleh seorang influencer untuk mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan pembelian sebuah produk atau jasa. Influencer merupakan seseorang yang memiliki pengikut dan penggemar yang cukup besar.

Banyaknya pengikut yang dimiliki seorang influencer, akan banyak pula target konsumen yang terpengaruh dengan pemasaran dan promosi yang dilakukan oleh influencer tersebut. Kekuatan pengaruh yang besar menjadikan banyak perusahaan yang melakukan promosi penjualan melalui influencer. Lantas bagaimana seorang influencer dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli? Dan bagaimana dampak yang terjadi pada konsumen?

Pengaruh Influencer Terhadap Sikap Konsumen

Banyaknya pengikut yang dimiliki oleh influencer menyebabkan apapun yang digunakan oleh influencer tersebut akan menjadi bahan perhatian para pengikutnya. Untuk itu, Influencer Marketing sangat cocok untuk dilakukan jika suatu perusahaan ingin meningkatkan kesadaran merek produknya. Sebab, apapun yang dikenakan oleh seorang influencer maka akan diketaui dan dicari oleh para pengikutnya.

Apalagi jika seorang influencer terus menggunakan produk tersebut disetiap konten yang ada di media sosialnya, maka tingkat kesadaran merek sebuah produk akan meningkat.

Seorang influencer juga dikenal karena memiliki keahlian dalam suatu bidang. Para influencer biasanya mem-branding dirinya dengan ciri khusus. Sepeti ahli kecantikan, ahli dalam berpakaian dan ahli – ahli yang lainnya. Ciri khusus ini biasanya terlihat dari beberapa konten yang diunggah oleh influencer tersebut. Konten yang diunggah akan menampilkan sebuah topik yang sama. Contoh influencer kecantikan adalah Tasya Farasya.

Tasya memiliki kriteria penilaian yang tinggi terhadap produk kecantikan. Ia akan memberikan review yang sangat jujur meskipun produk tersebut tidak sesuai dengan kriteria penilaiannya. Kejujuran Tasya ini menjadikan pengikutnya sangat percaya dengan apa yang dikatakan olehnya. Kepercayaan yang dimiliki pengikutnnya memungkikan Tasya mempengaruhi perilaku pengikutnya dalam mengambil keputusan untuk pembelian suatu produk atau jasa.

Kepercayaan yang dimiliki oleh pengikut seorang influencer bahkan membuatnya tidak perlu mempertimbangkan berbagai hal untuk membeli sesuatu. Pembelian bisa langsung dilakukan karena sudah percaya dengan apa yang dikatakan oleh influencer. Rekomendasi yang dibuat oleh influencer terpercaya dan promosi seorang influencer yang banyak mengungkapkan berbagai sisi positif suatu produk dapat mendorong keputusan pembelian secara besar.

Dampak Influencer Terhadap Perilaku Konsumen

Semua produk yang digunakan oleh influencer dapat menjadi sebuah trend yang diikuti oleh banyak orang. Media sosial merupakan media yang paling cepat dalam mengembangkan sebuah trend hal ini dikarenakan timbulnya Fear of Missing Out atau biasa dikenal dengan FOMO.

Menurut Rizki Fitriannisa Ayu Ningtyas dan Bambang Dibyo Wiyono dalam artikel Studi Mengenai Kecanduan Internet dan Fear of Missing Out (FOMO) pada Siswa di SMK Negeri 1 Driyorejo, FOMO adalah jenis kecemasam yang menyebabkan seseorang mencari informasi terbaru terus menerus agar tidak tertinggal.

Orang yang mengalami FOMO biasanya akan terus mencari informasi tersebut di berbagai media terutama media sosial. Informasi yang dicari biasanya mengenai trend masa kini. Seseorang yang FOMO cenderung memiliki kebiasaan untuk mengikuti apa yang menjadi trend terbaru.

Trend terbaru yang berasal dari seorang influencer akan lebih banyak diikuti, sebab seseorang yang FOMO akan mengikuti trend tersebut meskipun sang pemilik trend buka orang yang ia ikuti. Hal ini akan mempeluas penjualan dan tentunya kesadaran merek suatu produk atau jasa.

Tidak hanya menjadikan sebuah trend yang akan memperluas keuntungan perusahaan. Dampak yang terjadi pada perilaku konsumen juga dapat ditandai dengan pembelian implusif yang dilakukan oleh konsumen atas pengaruh influencer.

Pembelian implusif ini biasanya berdasarkan ketertarikan dan bukan keinginan apalagi kebutuhan. Ketertarikan suatu produk biasanya muncul ketika konten yang diunggah oleh influencer dibuat secara menarik dan persuasif. Konten influencer juga terkadang menawarkan potongan harga yang menarik dengan jangka waktu yang singkat sehingga konsumen terburu – buru dalam bertindak untuk membeli tanpa memikirkan apakah produk yang dibelinya akan ia gunakan atau ia butuhkan.

BACA JUGA:

Deretan Artis dan Influencer Jalani Ramadan Pertama sebagai Mualaf, Siapa Saja?

Dokter Tirta Ungkap Influencer Boleh Ulas Skincare, Asal

Selain pembelian secara implusif, dampak yang ditimbulkan oleh Influencer Marketing ini adalah loyalitas. Para konsumen yang merupakan pengikut dari influencer ini biasanya selalu mengikuti gaya yang ditunjukan oleh influencer yang diidolakannya. Seringkali seseorang ingin menggunakan hal yang sama dengan para influencer.

Tak jarang konsumen membeli suatu produk karena mendukung idolanya. Hal ini akan terjadi secara terus menerus sehingga menimbulkan loyalitas pelanggan terhadap suatu produk atau jasa. Tak hanya memiliki kainginan untuk menggunakan produk yang sama, biasanya produk yang berkerjasama dengan influencer sering menambahkan hal – hal yang berkaitan dengan influencer tersebut sebagai hadiah. Cara ini dapat membuat konsumen terus membeli produk tersebut agar mendapatkan hadiahnya.

Salah satu contoh dampak kerjasama antara influencer dan perusahaan adalah NCT DREAM x Lemonilo. Lemonilo memberikan hadiah photocard member NCT Dream yang disimpan di dalam bungkus mie sehingga tidak mudah diketahui oleh konsumen.

Para penggemar yang menaruh perhatian pada photocard tersebut tentu hanya mengincar photocard tersebut. Sehingga, ketika mereka tidak mendapatkan photocard pada bungkus mie mereka akan kembali lagi membeli mie tersebut demi mendapatkan photocard tersebut.

Perilaku konsumen ini bisa termasuk kedalam dampak influncer yaitu implusif dan loyalitas. Implusif karena membeli hal – hal yang tidak mereka butuhkan dan inginkan. Namun, loyalitas karena terus menerus membeli produk yang sama dengan idola mereka.

Influncer memiliki peran yang besar dalam Digital Marketing, influencer dapat mempengaruhi perilaku atau sikap konsumen terhadap pembelian suatu produk. Mereka tidak hanya meningkatkan kesadaran merek, tetapi juga mendorong perilaku konsumen untuk membeli suatu produk dengan implusif dan loyalitas.

Oleh karena itu, pemilihan influencer sebagai salah satu strategi igital marketing dirasa amat tepat. Apalagi dengan adanya budaya FOMO di masyarakat yang memungkinkan setiap orang berbondong – bondong untuk mencoba produk yang banyak dibicarakan pada saat itu.

Penulis:

Rifa Nuralifah dari Program Studi Komunikasi Digital Dan Media Sekolah Vokasi IPB University Angkatan 60

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

2

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru