Perbedaan Rekayasa Lalu Lintas Ganjil-genap, Contra Flow, dan One Way

rekayasa lalu lintas
(Web)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG.TM.ID Tidak semua generasi Z dan milenial mengetahui apa itu rekayasa lalu lintas one way, contra flow dan ganjil genap. Tapi bagi pemudik mungkin istilah tersebut terdengar sudah tidak asing lagi, karena sering diterapkan saat mudik lebaran.

Ketiga istilah tersebut merupakan bentuk dari rekayasa lalu lintas yang telah diatur oleh Korlantas Polri. Biasanya rekayasa tersebut digunakan polri untuk mencegah atau mengurai kemacetan yang ada. Berikut merupakan penjelasan dari ganjil genap, contra flow, dan one way. 

1. Cara Kerja Ganjil-Genap

rekayasa lalu lintas
(Web)

Ganjil genap ini fokus pada nomor plat kendaraan bermotor dan tanggal. Biasanya kendaraan bermotor dengan nomor ganjil ini tidak boleh melintas pada tanggal genap. Termasuk kendaraan penumpang, angkutan barang, dan mobil bus.

Sedangkan pengendara mobil penumpang, mobil bus, dan angkutan barang dengan tanda nomor kendaraan bermotor nomor genap, tidka boleh melintas pada tanggal ganjil.

2. Contra Flow Untuk Mengurai Kemacetan

rekayasa lalu lintas
(Web)

Contra Flow adalah sistem rekayasa lalu lintas yang bisa mengubah arah normal arus kendaraan di jalan raya. Penerapannya di lakukan dengan tujuan mengatasi kemacetan, evakuasi darurat, dan pemeliharaan jalan.

Melansir detik, menurut jurnal tentang Studi Efektivitas Contra Flow dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Simpang, contra flow adalah keadaan dimana kendaraan menggunakan tambahan lajur yang di ambil dari lajur dengan arah yang berlawanan.

Umumnya penerapan sistem ini di jalan raya di ikuti dengan arahan dari polisi. Karena merupakan pihak yang berwenang mengatur lalu lintas agar bisa mengurai kemacetan.

3. Rekayasa One Way

j
(Web)

One way merupakan sistem satu arah. Sistem satu arah ini merupakan rekayasa lalu lintas dengan mengubah jalur yang tadinya dua arah menjadi satu arah. Penerapannya di lakukan untuk mengatasi kemacetan saat volume kendaraan tinggi.

Perbedaanya dengan contra flow adalah jumlah jalur yang di gunakanya, kalau one way ini menggunakan seluruh jalur untuk melintas di jalan raya.

Jadi, itulah perbedaan rekayasa lalin One Way, Contra Flow, dan Ganjil-genap. Kita sebagai generasi muda harus mengetahui pengertian sistem lalu lintas tersebut. Supaya saat nanti kita mudik dengan kendaraan pribadi tidak bingung lagi dengan sistem lalin tersebut.

BACA JUGA: Rekayasa Lalu Lintas Akan Ada di Bantul Menjelang Libur Lebaran

(Kaje) 

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru