GARUT – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Euis Ida Wartiah, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengubah pandangan terhadap sampah. Momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun ini dijadikan sebagai titik balik untuk memperkuat komitmen dalam menjaga lingkungan, sekaligus menggali potensi ekonomi di balik pengelolaan limbah rumah tangga.
Euis menekankan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif yang dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga.
Membangun Budaya Pilah Sampah dari Rumah
Dalam kegiatannya menyapa warga, Euis Ida Wartiah menyoroti pentingnya edukasi pemisahan sampah organik dan anorganik. Menurutnya, Jawa Barat—khususnya wilayah pemilihannya—memerlukan sinergi yang kuat agar pembuangan sampah akhir (TPA) tidak terus mengalami kelebihan kapasitas.
“Sampah jika dikelola dengan bijak tidak akan menjadi musibah, melainkan berkah. Melalui pemilahan yang benar, kita bisa mendorong terciptanya ekonomi sirkular di tengah masyarakat,” ujar Euis.
Baca Juga:
Sambut Ramadan 1447 H, Euis Ida Wartiah Ajak Masyarakat Perkuat Kesalehan Sosial
Euis Ida Wartiah Ajak Generasi Muda Maknai Hari Valentine dengan Kegiatan Positif dan Edukatif
Poin Penting Transformasi Pengelolaan Sampah
Sebagai wakil rakyat, Euis mendorong beberapa langkah strategis yang perlu diperhatikan oleh masyarakat dan pemerintah daerah:
- Optimalisasi Bank Sampah: Mendorong setiap desa atau kelurahan memiliki Bank Sampah yang aktif untuk menampung sampah anorganik bernilai jual.
- Pengolahan Sampah Organik: Mengajak warga memanfaatkan metode composting atau budidaya maggot untuk menyelesaikan masalah sampah dapur.
- Pengurangan Plastik Sekali Pakai: Mengimbau penggunaan kantong belanja ramah lingkungan dalam aktivitas sehari-hari.
Dukungan Kebijakan di Tingkat Provinsi
Euis Ida Wartiah juga menegaskan komitmennya di DPRD Provinsi Jawa Barat untuk terus mengawal kebijakan dan anggaran yang berpihak pada pelestarian lingkungan. Ia berharap program-program seperti revitalisasi TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) dapat menjangkau wilayah pelosok agar pengelolaan sampah lebih merata.
“HPSN bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah pengingat bahwa lingkungan yang bersih adalah warisan paling berharga untuk anak cucu kita ke depan,” tambahnya.
Peringatan HPSN kali ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat Jawa Barat untuk lebih peduli dan proaktif. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah tidak lagi menjadi ancaman polusi, melainkan bahan baku yang mendukung keberlangsungan hidup dan kesejahteraan ekonomi.











