BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung harus menelan kekecewaan besar usai gagal mengamankan tiga poin dan merebut puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Sempat unggul hingga menit-menit akhir, Maung Bandung justru dipaksa bermain imbang 1-1 oleh tuan rumah Persik Kediri pada laga pekan ke-16 di Stadion Brawijaya, Senin (5/1/2026) malam.
Hasil ini menjadi pukulan bagi Persib yang sebelumnya berada dalam posisi ideal untuk kembali ke puncak klasemen. Tambahan satu poin membuat Persib tertahan di peringkat ketiga dengan koleksi 35 poin dari 16 pertandingan, sekaligus kehilangan momentum setelah para pesaing langsung, antara Borneo FC, Persija Jakarta, dan Malut United—mampu meraih kemenangan.
Sejak peluit awal, Persib sejatinya sudah berada dalam tekanan. Persik Kediri tampil agresif dan beberapa kali mengancam pertahanan tim tamu. Namun hingga babak pertama berakhir, Persib masih mampu bertahan dan menjaga skor tetap imbang tanpa gol.
Keunggulan yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-67. Saddil Ramdani berhasil memecah kebuntuan setelah memaksimalkan umpan Berguinho untuk menaklukkan kiper Leonardo Navacchio. Gol tersebut sempat membuka jalan Persib menuju kemenangan sekaligus puncak klasemen.
Baca Juga:
Bojan Hodak Dapat Kejutan Dari Awak Tim Persib Bandung
Sayangnya, keunggulan itu tak diiringi dengan kontrol permainan yang matang. Titik balik terjadi pada menit ke-80 ketika Saddil Ramdani harus menerima kartu kuning kedua. Bermain dengan 10 pemain membuat Persib kehilangan keseimbangan dan lebih banyak ditekan pada sisa waktu pertandingan.
Tekanan Persik yang terus meningkat akhirnya berbuah petaka di masa injury time. Pada menit ke-90+5, sundulan Muhammad Firli sukses menjebol gawang Teja Paku Alam dan memupus harapan Persib membawa pulang kemenangan.
Gol telat tersebut menjadi simbol kegagalan Persib menjaga fokus dan konsistensi hingga peluit akhir. Alih-alih naik ke puncak klasemen, Persib justru harus puas berbagi poin dan melihat peluang emas mereka menguap di kandang lawan.
Hasil ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Persib, terutama dalam mengelola keunggulan dan kedisiplinan pemain pada fase krusial pertandingan jika ingin tetap bersaing dalam perburuan gelar musim ini.
(Budis)











