JAKARTA , TEROPONGMEDIA.ID – Pertamina menyatakan masih menunggu arahan resmi pemerintah terkait rencana Indonesia menjajaki pembelian minyak mentah dari Rusia. Saat ini, proses pembahasan kerja sama tersebut masih berada di tingkat pemerintah.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa perusahaan akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan negara.
“Saat ini penjajakan masih di level pemerintah. Sebagai BUMN energi, Pertamina akan menindaklanjuti sesuai arahan dan regulasi yang ditetapkan,” ujarnya.
Pertamina menegaskan terbuka terhadap peluang kerja sama internasional guna menjaga ketahanan energi nasional. Namun, setiap langkah tetap mempertimbangkan aspek kehati-hatian, kepatuhan, serta kelayakan komersial dan operasional.
Selain itu, perusahaan juga akan mengkaji kecocokan jenis minyak mentah Rusia dengan kapasitas kilang dalam negeri.
“Kami akan pelajari jenis crude tersebut. Dengan modernisasi kilang, ke depan diharapkan lebih fleksibel dalam mengolah berbagai jenis minyak,” kata Baron.
Baca Juga:
Sidang Korupsi Minyak Mentah Pertamina, Ahok Bawa Bukti di HP
Bagian dari Strategi Energi Nasional
Sementara itu, Bahlil Lahadalia menyebut pembahasan kerja sama energi antara Indonesia dan Rusia merupakan langkah strategis yang berorientasi pada kepentingan nasional.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya mencakup perdagangan minyak, tetapi juga pengembangan kilang hingga pemanfaatan teknologi energi.
“Dalam jangka panjang, Indonesia juga membuka peluang kolaborasi di sektor energi bersih sebagai bagian dari diversifikasi energi,” ujarnya.
Langkah penjajakan ini tidak lepas dari kondisi pasar energi global yang masih bergejolak. Pemerintah berupaya menjaga stabilitas pasokan energi nasional dengan mencari sumber alternatif, termasuk dari negara produsen besar seperti Rusia.











