Petinju Jepang Meninggal Gegara Trauma Otak, Begini Cara Menanganinya!

trauma otak
(pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dunia tinju berduka atas kematian tragis yang dialami petinju papan atas Jepang, Shigetoshi Kotari. Ia meninggal dunia di usia yang masih muda, yakni 28 tahun.

Kematiannya terjadi hanya enam hari setelah ia meninggalkan ring, pasca bertarung memperebutkan gelar juara. Melansir Marca, Kotari kehilangan kesadaran setelah pertarungannya dengan Yamato Hata pada 2 Agustus 2025.

Ia langsung dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi otak darurat untuk hematoma subdural. Meskipun telah diupayakan oleh tim medis, Kotari meninggal akibat luka-lukanya.

“Beristirahatlah dalam damai, Shigetoshi Kotari. Dunia tinju berduka atas kematian tragis petarung Jepang, Shigetoshi Kotari, yang meninggal dunia akibat cedera yang dideritanya saat pertarungan perebutan gelar pada 2 Agustus,” tulis The World Boxing Organisation (WBO) atau organisasi tinju dunia.

Melansir Times of India, hematoma terjadi saat darah terkumpul di antara otak dan lapisan luarnya (dura mater).

Dalam kasus Kotari, pukulan berulang kali ke kepala kemungkinan menyebabkan robeknya pembuluh darah kecil, yang memungkinkan darah mengumpul dan menekan otak.

Bahayanya terletak pada kenyataan bahwa otak tidak memiliki tempat untuk berkembang di dalam tengkoran yang kaku. Bahkan, perdarahan kecil dapat menyebabkan pembengkakan, yang memutus suplai oksigen ke area kritis.

Jika tidak segera ditangani, tekanan ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, atau seperti dalam kasus Kotari bisa berakibat fatal sampai meninggal dunia.

Baca Juga: 

Tragedi di Danau Toba: Remaja Asal Medan Tewas Tenggelam Saat Berenang

Polisi Ini Harus Peras Keringat Nyambi Jadi Badut, Jaga Nafkah hingga Jalur ke Tanah Suci

Salah satu fakta paling mengkhawatirkan tentang trauma kepala adalah bahwa gejalanya dapat tertunda. Dalam pertarungan Kotari, tidak ada knockdown dramatis atau tekanan yang terlihat selama pertandingan.

Para petarung seringkali terus berjuang melawan rasa sakit, yang membuat adrenalin menutupi tanda-tanda awal, seperti pusing atau penglihatan kabur. Saat gejala yang jelas, seperti sakit kepala parah, muntah, atau pingsan muncul, kerusakan mungkin sudah parah.

Inilah sebabnya para ahli menekankan evaluasi pasca-pertandingan segera dan pemantauan lanjutan di sisi ring, bahkan saat seorang petinju tampak baik-baik saja.

Apa yang harus dilakukan?

Setelah meninggalnya Kotari, Komisi Tinju Jepang mengurangi durasi pertarungan perebutan gelar OPBF di masa mendatang, dari 12 ronde menjadi 10 ronde.

Meskipun ini merupakan langkah maju, para ahli percaya masih banyak yang harus dilakukan, seperti:

  • Pemindaian MRI wajib sebelum dan sesudah pertandingan intensitas tinggi untuk mendeteksi perubahan halus pada jaringan otak.
  • Periode pemulihan yang lebih lama di antara pertandingan, terutama setelah trauma kepala.
  • Peralatan medis canggih di sisi ring untuk diagnosis perdarahan yang cepat.
  • Langkah-langkah ini mungkin tidak sepenuhnya menghilangkan risiko. Tetapi, dapat meningkatkan peluang bertahan hidup dengan memungkinkan perawatan yang lebih cepat.
Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru