BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Harapan Kota Bandung untuk memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Gedebage pupus sudah. Proyek ambisius yang semula digadang-gadang mampu mengolah 390 ton sampah per hari itu resmi dibatalkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Padahal, di atas lahan kosong seluas 1,7 hektare di kawasan Gedebage itu, pemerintah semula merencanakan pembangunan fasilitas modern berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) teknologi yang mampu mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif ramah lingkungan.
“Gedebage itu memang rencananya bantuan pusat melalui Kementerian PUPR, tapi akhirnya dibatalkan. Jadi, TPST Gedebage tidak jadi dilaksanakan,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, Rabu (8/10/2025).
Proyek ini sejatinya menjadi salah satu tonggak penting dalam transformasi sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung. Dengan volume sampah yang kini mencapai 1.500 ton per hari, keberadaan TPST semacam ini sangat dibutuhkan untuk mengurangi ketergantungan pada TPA Sarimukti, yang sudah mendekati batas kapasitas maksimalnya.
Namun sejak awal 2025, tanda-tanda ketidakpastian mulai muncul. Meskipun sempat ada komitmen dari pemerintah pusat, dukungan yang dijanjikan tak pernah terealisasi hingga akhirnya proyek resmi dihentikan.
Meski begitu, Pemkot Bandung tak tinggal diam. Salman menyebut, saat ini pemerintah tengah membuka peluang kemitraan dengan pihak swasta untuk memanfaatkan lahan tersebut.
“Lahan seluas 1,7 hektare di Gedebage akan kami kerjasamakan dengan pihak swasta. Skemanya sedang dikaji, apakah melalui KPBU atau bentuk lain,” ucapnya.
Baca Juga:
TPS Pasar Terpadat di Tasikmalaya Kembali Normal Usai Gangguan Pengangkutan Sampah
Bandung Tanpa TPS, Warga Diminta Pilah Sampah Selama Libur Iduladha
DLH kini aktif menjajaki komunikasi dengan investor dan pelaku industri pengolahan sampah, terutama yang bergerak di sektor energi terbarukan dan alternatif. Pemkot berharap, dengan keterlibatan swasta, proyek pengolahan sampah di Bandung dapat tetap berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan pusat.
Namun di sisi lain, kegagalan proyek TPST Gedebage menimbulkan kekhawatiran baru terkait keberlanjutan penanganan sampah di Bandung. Kondisi di TPA Sarimukti kian kritis, sementara volume sampah rumah tangga terus meningkat.
Secara strategis, lahan di Gedebage dinilai sangat potensial. Berada di kawasan timur Kota Bandung yang kini berkembang pesat dengan hadirnya Stadion GBLA dan proyek kawasan terpadu lokasi tersebut ideal untuk melayani wilayah timur dan pusat kota dalam sistem pengelolaan sampah terintegrasi.
Sayangnya, hingga kini lahan itu masih kosong dan tak tersentuh pembangunan. Hanya terlihat papan proyek yang mulai kusam, dikelilingi semak dan rumput liar simbol dari harapan yang tertunda.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa krisis sampah di Bandung belum menemukan solusi jangka panjang. Namun, di tengah kegagalan itu, juga terselip peluang kesempatan untuk merancang ulang model pengelolaan sampah yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kolaborasi antara pemerintah, swasta, serta masyarakat.
“Bandung tidak boleh berhenti di sini. Kami akan terus mencari formula terbaik agar pengelolaan sampah bisa berjalan mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya.
(Kyy/_Usk)











