BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — kenaikan harga konsol kembali menjadi sorotan para gamers setelah beredarnya sebuah video instagram yang membahas lonjakan harga Playstation 5 atau PS5. Video ini di unggah oleh akun @Jacobweeby tersebut menampilkan reaksi para gamers terhadap kenaikan harga yang dinilai cukup signifikan.
Dalam video tersebut disebutkan bahwa harga PS5 mengalami kenaikan di berbagai varian, PS5 Digital Edition yang sebelumnya berada di sekitar harga 500 US Dollar kini naik menjadi 600 US Dollar atau sekitar Rp10,2 juta. Sementara itu, versi Disc Edition meningkat dari 550 US Dollar menjadi 650 US Dollar atau Rp11 juta. Bahkan, varian PS5 Pro juga ikut mengalami kenaikan harga dari 750 US Dollar hingga 900 US Dollar atau sekitar Rp15 juta.
Kenaikan harga ini dikaitkan dengan kondisi industri teknologi global, khususnya dalam pemaokan memori untuk AI. Dalam narasi video tersebut,sebutkan kelangkaan RAM yang dipicu oleh meningkatnya kebutuhan industri AI menjadi salah satu faktor utama dalam keputusan naiknya harga Playstation 5.
Reaksi dari komunitas gamers pun beragam, namun sebagian besar gamers menunjukkan keterkejutan dan kekecewaan. Harga yang mendekati 1.000 US Dollar atau sekitar Rp17 juta untuk sebuah konser dinilai terlalu tinggi dan berpotensi membatasi gamers pada game-game eksklusif Playstation.
Baca Juga:
Di kolom komentar postingan tersebut, sejumlah pengguna menunjukkan kekecewaan mereka. Salah satu nya akun dengan nama moonbiye menuliskan, “Worst decade to live in for gamers”. Yang menggambarkan rasa frustasi terhadap kondisi dunia gaming saat ini.
Pengguna lain juga ikut berkomentar, lele.stu berkomentar, “Nobody wants ai and yet, ai is ruining everything for everyone”, yang menyoroti dampak dari perkembangan AI yang justru membawa dampak negatif ke dunia gaming di seluruh dunia.
Selain itu, isu eksklusivitas juga kembali menjadi perbincangan. Dengan masih adanya game yang hanya tersedia di platform Playstation, kenaikan harga ini dinilai menjadi hambatan bagi para gamers yang ingin menikmati game tertentu tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli konsol.
Meski informasi ini belum dikonfirmasi secara langsung oleh pihak Sony, video tersebut berhasil memicu diskusi luas di sosial media. Banyak gamers mulai mempertanyakan arah industri gaming kedepannya, terutama harga barang yang semakin tinggi.
(MAGANG UNPAS/Rahmadani)











