BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID –PSIM Jogja menatap optimis pertandingan kontra Bali United pada Sabtu, 20 September 2025 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar. PSIM Jogja berkonsentrasi untuk membenahi kekurangan usai menelan pil pahit saat berhadapan kontra Borneo FC.
Pelatih kepala PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel mengungkapkan, persiapan timnya berjalan dengan baik. Banyak hal yang sudah dilalui PSIM Jogja dalam membenahi penampilannya demi bermain maksimal saat bertandang ke markas Bali United.
“Pada dasarnya persiapannya selalu sama. Persiapan sudah kami lakukan dengan baik. Kami berusaha fokus pada hal-hal yang perlu diperbaiki dari laga terakhir,” ujar Van Gastel dalam laman resmi klub.
Tim asuhan Van Gastel terus menjalani latihan dengan intensitas tinggi guna menyempurnakan taktik dan koordinasi antar lini. Evaluasi dari pertandingan sebelumnya menjadi bahan penting untuk mengurangi kesalahan yang kerap terjadi.
Baca Juga:
PSIM Jogja Penuhi Permintaan Timnas Tajikistan
Suporter PSIM dan Persib Damai Seusai Bentrokan di Yogyakarta
“Jika Anda melihat pertandingan kami sebelumnya, saya pikir kami bermain cukup baik. Hanya saja, tiga kali kami kehilangan bola dan menjadi gol, sehingga kami harus mengurangi kesalahan tersebut,” tambahnya.
Melihat peta kekuatan lawan, pelatih asal Belanda itu menilai laga ini sangatlah penting bagi timnya. Sebab, PSIM memiliki tren negatif di pertemuan sebelumnya saat masa pramusim. Dimana saat itu, Laskar Mataram kalah dengan skor 6-0.
“Laga pra musim melawan Bali dan laga besok adalah pertandingan yang sangat berbeda. Saya pikir, pertandingan lalu dilaksanakan pada bulan Juli. Kami berada di minggu keempat persiapan. Mereka sudah di minggu keenam persiapan.” imbuhnya.
Ia memprediksi, laga melawan Bali United esok akan menjadi salah satu pertandingan yang juga sulit bagi PSIM Jogja, setelah sebelumnya bertemu dengan beberapa tim klasemen atas di Liga 1 musim 2024/25.
Van Gastel juga mengingatkan bahwa para pemain Bali United memiliki kualitas baik yang hampir merata. Situasi ini harus menjadi waspada bagi anak asuhnya agar bisa membawa poin saat pulang ke Jogja.
“Mereka tidak hanya punya satu senjata, dua senjata, mereka punya beberapa senjata dalam tim. Jadi, itulah yang akan mereka gunakan untuk melawan kita,” pungkasnya. (RF/_Usk)











