Paceklik Gol, Striker Timnas Indonesia Rafael Struick Banting Stir Jadi YouTuber

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Penyerang Timnas Indonesia, Rafael Struick, kini tengah mencuri perhatian publik bukan karena gol-golnya di lapangan, melainkan karena keputusannya untuk terjun ke dunia konten kreator.

Di tengah performa yang belum memuaskan di Liga Indonesia, pemain berusia 22 tahun ini memilih untuk mengembangkan karier alternatif sebagai YouTuber dengan membagikan kehidupan sehari-harinya kepada jutaan penggemar.

Langkah Rafael Struick ini cukup mengejutkan dan menuai pro-kontra di kalangan penggemar sepak bola Indonesia. Di satu sisi, ada yang mengapresiasi upayanya membangun personal branding dan mendekatkan diri dengan fans. Namun di sisi lain, tidak sedikit yang mempertanyakan fokusnya terhadap karier sepak bola, terutama mengingat performanya yang masih jauh dari ekspektasi.

Perjalanan Karier: Dari Harapan Besar Hingga Kenyataan Pahit

Rafael William Struick, striker kelahiran Leidschendam, Belanda, 27 Maret 2003, resmi menjadi warga negara Indonesia dan dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Garuda pada 22 Mei 2023. Kehadirannya disambut dengan antusiasme luar biasa dari suporter Indonesia yang berharap ia bisa menjadi solusi lini depan yang selama ini menjadi kelemahan timnas.

Ekspektasi tinggi tersebut semakin meningkat setelah penampilannya yang gemilang di Piala Asia U-23 2024. Saat itu, Rafael berhasil mencetak dua gol crucial ke gawang Korea Selatan di babak perempat final, membantu Indonesia lolos ke semifinal dan melangkah lebih dekat menuju tiket Olimpiade Paris 2024. Performa tersebut membuatnya dipuji sebagai salah satu talenta muda terbaik Indonesia.

Namun, kenyataan di lapangan domestik berbicara lain. Setelah setahun membela Brisbane Roar di Australia, Rafael memutuskan untuk “pulang” ke Indonesia dengan bergabung bersama Dewa United pada pertengahan 2025. Kepulangannya ini disambut dengan harapan besar bahwa ia akan menjadi mesin gol untuk tim berjuluk Laskar Batutulis tersebut.

Sayangnya, harapan tersebut belum terwujud. Sepanjang musim 2025-2026, Rafael Struick baru mencetak satu gol dan satu assist dari 13 pertandingan di semua kompetisi. Lebih memprihatinkan lagi, khusus di BRI Super League 2025-2026, ia sama sekali belum mencetak gol maupun assist dalam 10 pertandingan.

Masalah bertambah ketika Rafael menerima kartu merah saat Dewa United kalah 0-1 dari Bhayangkara FC pada 5 Januari 2026. Sanksi disiplin ini semakin memperburuk catatan performanya di liga domestik.

Di level timnas pun, prestasi Rafael belum begitu mengesankan. Dari 23 pertandingan membela Timnas Indonesia senior, ia hanya mencetak satu gol. Meski demikian, kontribusinya di Timnas U-23 lebih terlihat, terutama saat membantu skuad Garuda Muda lolos ke semifinal Piala Asia U-23 2024. Namun kegagalan di fase grup SEA Games 2025 menambah daftar kekecewaan yang harus ia tebus.

Baca Juga:

Karena Hal Ini, Rafael Struick Akui Proses Adaptasinya Bersama Dewa United Berjalan Lancar

Sebelum Gabung Dewa United, Rafael Struick Akui Sempat Digoda Banyak Tim

Mulai Berkarier Sebagai Content Creator

Di tengah tekanan performa yang buruk, Rafael justru memutuskan untuk mengembangkan karier di luar lapangan hijau. Rafael Struick meluncurkan channel YouTube-nya sekitar dua bulan yang lalu (Desember 2025) dan cukup konsisten mengunggah video yang membagikan aktivitas sehari-harinya.

Kini, channel YouTube Rafael Struick telah memiliki 12.400 subscriber, angka yang terus bertumbuh seiring dengan popularitasnya sebagai pemain timnas. Di platformnya tersebut, Rafael berbagi berbagai konten mulai dari behind the scenes latihan, kehidupan sehari-hari, perjalanan, hingga interaksi dengan sesama pemain timnas.

Selain YouTube, Rafael juga sangat aktif di platform media sosial lainnya. Akun Instagram pribadinya @rafaelstruick kini telah memiliki 4 juta followers, meledak dari sebelumnya hanya 1,2 juta saat pertama kali dinaturalisasi. Di TikTok dengan username @rafael.struick27, ia juga memiliki puluhan ribu pengikut yang setia menonton konten-kontennya.

Yang menarik, Rafael bahkan sempat membuat ruang eksklusif berlangganan di Instagram dengan tarif 0,50 euro (sekira Rp8.500) per bulan, di mana ia memberikan konten video tentang kehidupannya sehari-hari.

Rencana Jadi Influencer Sudah Lama Direncanakan

Ternyata, keputusan Rafael untuk terjun ke dunia konten kreator bukanlah hal spontan. Sejak tahun 2023, Rafael sudah mengungkapkan keinginannya untuk menjadi influencer atau selebgram setelah pensiun dari sepak bola.

“Saat ini, saya memiliki banyak pengikut dan itu akan terus bertambah di tahun-tahun mendatang. Saya bahkan berpikir saya bisa menjadi influencer setelah karier sepakbola saya. Dan tidak hanya untuk follower Indonesia saja, tapi juga untuk fans dari negara lain. Bagi saya itu tampak keren,” kata Struick, dikutip dari Omroepwest.

Rafael juga mengakui bahwa ia sangat menikmati interaksi positif yang didapatnya dari para penggemar. “Saya sangat suka itu. Saya rasa saya mendapat rata-rata 3.000 tanggapan untuk setiap postingan. Pada awalnya, saya terkadang membaca beberapa reaksi, tapi saya tidak melakukannya lagi. Jika tidak, saya akan menghabiskan sepanjang hari melakukan hal itu,” ucap Rafael Struick.

Meski awalnya mengaku tidak terlalu nyaman membagikan kehidupan pribadinya, Rafael akhirnya memutuskan untuk berbagi karena mendapat begitu banyak permintaan dari penggemar yang ingin melihat kehidupannya berkarier di Eropa dan Indonesia.

“Sejujurnya, saya tidak terlalu suka memperlihatkan kehidupan pribadi saya di media sosial. Namun, saya mendapat begitu banyak pesan dari orang-orang yang menginginkan wawasan, jadi sekarang saya membagikan sesuatu sesekali. Ini sebenarnya menjadi semacam vlog, orang-orang senang melihatnya,” ujar Rafael.

Pro dan Kontra di Kalangan Penggemar

Keputusan Rafael untuk aktif sebagai content creator di tengah performa buruknya menuai reaksi beragam dari publik. Sebagian penggemar mengapresiasi upayanya untuk tetap terhubung dengan fans dan membangun personal branding yang kuat untuk masa depan.

“Rafael punya hak untuk mengembangkan karier di luar lapangan. Lagipula, ini bisa jadi motivasi tambahan untuk dia lebih berprestasi,” ujar salah satu netizen di media sosial.

Namun, kritik juga berdatangan dari berbagai pihak yang mempertanyakan fokusnya terhadap sepak bola. Bagi sebagian orang, langkah ini dipandang sebagai cara pemain untuk membangun personal branding, namun bagi sebagian lainnya, fokus sang pemain dipertanyakan. Di dunia sepak bola yang kejam, hasil di lapangan tetap menjadi prioritas utama.

“Harusnya fokus latihan dulu, gol saja belum ada. Jangan kebanyakan konten, nanti malah jadi selebgram doang, bukan pesepakbola,” kritik salah satu warganet.

Beberapa pengamat sepak bola juga menyoroti fenomena ini. Mereka khawatir bahwa aktivitas di media sosial yang berlebihan bisa mengganggu konsentrasi dan persiapan pemain menjelang pertandingan.

“Membangun personal branding itu bagus untuk jangka panjang, tapi timing-nya perlu dipertimbangkan. Saat performa di lapangan sedang buruk, sebaiknya fokus diprioritaskan untuk latihan dan pemulihan, bukan bikin konten,” ujar salah satu pengamat.

Tantangan Menyeimbangkan Dua Karier

Kini, tantangan bagi Rafael Struick adalah menyeimbangkan kehidupannya sebagai “YouTuber” dengan tanggung jawabnya sebagai mesin gol Dewa United dan Timnas Indonesia.

Sebagai pemain profesional, Rafael dituntut untuk memberikan performa terbaik di setiap pertandingan.

Ekspektasi dari manajemen klub, pelatih, rekan setim, dan tentunya jutaan suporter Indonesia sangat besar. Apalagi ia adalah salah satu pemain naturalisasi yang diharapkan bisa membawa perubahan signifikan bagi timnas.

(Magang UIN SGD Bandung/Muhammad Ikhwan N)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru