SUMEDANG, TEROPONGMEDIA.ID – Pengelola Tol Cisumdawu memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow selama tiga hingga empat bulan menyusul retakan sepanjang 80 meter di KM 207+300, wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Direktur Utama PT Citra Karya Jabar Tol, Agustinus Sudrajat, mengatakan retakan tersebut memiliki kedalaman hingga 2 meter dan dipicu oleh curah hujan tinggi serta kondisi geografis perbukitan.
“Retakan ini kami identifikasi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi, serta kondisi wilayah yang berada di area perbukitan,” ujarnya, Rabu (8/4).
Sebagai langkah awal, pengelola telah memastikan sistem drainase berfungsi optimal serta melakukan penutupan sementara pada jalur terdampak. Arus kendaraan dari arah Bandung menuju Cirebon untuk sementara dialihkan keluar melalui Gerbang Tol Paseh.
Baca Juga:
Gempa Sumedang Akibatkan Terowongan Ganda Tol Cisumdawu Retak
Untuk penanganan jangka panjang, CKJT akan melakukan penguatan struktur menggunakan metode bore pile dengan kedalaman sekitar 30 meter dan panjang penanganan mencapai 100 meter.
Selain itu, rekayasa lalu lintas contraflow diterapkan di jalur B arah Bandung, mulai KM 206+125 hingga KM 208+200. Selama kebijakan ini berlangsung, seluruh jenis kendaraan masih diperbolehkan melintas tanpa pembatasan.
Sementara itu, Kanit PJR Tol Cisumdawu, Deny Ruchyat, menyebut durasi contraflow menyesuaikan proses perbaikan di lapangan.
“Paling tidak contraflow dilakukan tiga sampai empat bulan selama masa perbaikan, namun kami upayakan bisa lebih cepat,” katanya.
Ia menambahkan, penerapan contraflow mulai diberlakukan setelah seluruh sarana dan prasarana pendukung siap digunakan.
Petugas mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada dan mengurangi kecepatan saat melintasi ruas terdampak demi menjaga keselamatan selama proses perbaikan berlangsung.










