RIAU, TEROPONGMEDIA.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meningkat di Provinsi Riau seiring melonjaknya jumlah titik panas yang terdeteksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru.
Berdasarkan data terbaru hingga Sabtu pagi, tercatat sebanyak 213 hotspot tersebar di berbagai wilayah, dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Bengkalis. Selain itu, lonjakan signifikan juga terjadi di Kabupaten Pelalawan yang menjadi salah satu daerah rawan karhutla.
“Jumlah tersebut berdasarkan pembaruan data hingga Sabtu pukul 07.00 WIB,” ujar prakirawan BMKG, Anggun R.
Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas udara dan jarak pandang. Di Pelalawan, visibilitas dilaporkan menurun hingga sekitar 5 kilometer, sementara di wilayah Kampar hanya mencapai 6 kilometer akibat kabut asap dari kebakaran.
Baca Juga:
Water Bombing Dikerahkan, Padamkan Karhutla Gunung Merbabu
Tak hanya di Riau, peningkatan titik panas juga terjadi di sejumlah provinsi lain di Pulau Sumatera. Namun, Riau tetap menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, menandakan tingginya risiko kebakaran yang masih mengancam.
Upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim Manggala Agni bersama instansi terkait. Mereka berjibaku mengendalikan api yang telah melahap ratusan hektare lahan di beberapa titik.
“Kami terus melakukan upaya pemadaman di sejumlah lokasi yang terdampak,” demikian keterangan dari tim di lapangan.
Salah satu kebakaran terbesar terjadi di Desa Teluk Beringin, Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan, dengan luas area terdampak mencapai lebih dari 50 hektare.
Kebakaran juga meluas ke kawasan konservasi seperti Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil di Kabupaten Siak dengan luas sekitar 22 hektare. Selain itu, titik kebakaran lain terpantau di Pelalawan dan Indragiri Hulu dengan luasan puluhan hektare.











