JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Isu pergantian Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mencuat pasca-reshuffle kabinet.
Tragedi tewasnya driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang terlindas kendaraan aparat kepolisian saat terjadi kerusuhan Agustus 2025, disebut-sebut menjadi salah satu pendorong digantinya Jenderal Listyo.
Tragedi tersebut memicu gelombang protes besar-besaran di Jakarta dan sejumlah daerah yang berujung kericuhan serta korban jiwa.
Beredar kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan surat kepada DPR RI berisi pengajuan nama calon pengganti Kapolri.
Dua nama yang disebutkan adalah Komjen Suyudi Ario Seto, lulusan Akpol 1994, dan Komjen Dedi Prasetyo yang baru ditunjuk sebagai Wakapolri berdasarkan Surat Telegram Nomor: ST/1764/VIII/KEP./2025 tertanggal 5 Agustus 2025.
Namun, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membantah kabar tersebut. Ia menegaskan pimpinan DPR belum menerima surat apapun terkait pergantian Kapolri hingga Jumat (12/9) malam.
“Pimpinan DPR belum terima surat Presiden mengenai pergantian Kapolri,” tegas Dasco, mengutip Antara, Sabtu (13/9).
Pernyataan serupa disampaikan anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil yang menegaskan belum adanya surat presiden terkait hal tersebut.
Desakan pergantian Kapolri menguat setelah insiden kematian Affan dan langkah Kapolri memimpin upacara kenaikan pangkat bagi polisi yang terluka saat mengamankan aksi demo, yang justru memicu kemarahan publik.
Hingga saat ini, Istana belum memberikan konfirmasi resmi terkait isu pergantian pimpinan Polri tersebut.
(Aak)











