Sejarah Gerabah Kerajinan Tangan Sejak 10Ribu Tahun Saat Revolusi Neolitik

Kerajinan Gerabah
(istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kerajinan Gerabah, barang yang terbuat dari tanah liat yang dibakar, kerajinan ini ada sejak ribuan tahun lalu.

Dari wadah sederhana untuk menyimpan air hingga karya seni yang rumit, gerabah telah menorehkan jejak sejarah yang panjang dan kaya.

Perjalanan gerabah dimulai sekitar 10.000 tahun yang lalu, tepatnya pada masa Revolusi Neolitik. Saat itu, gaya hidup berburu dan meramu bergeser menjadi bertani dan bercocok tanam.

Gerabah tercipta karena kebutuhan manusia akan wadah air yang ringan dan praktis untuk menyirami tanaman.

Orang Yunani kemudian berinovasi dengan menambahkan ukiran dan lukisan pada gerabah. Para pengrajin saat itu mengabadikan karakter dari mitologi Yunani pada gerabah, menjadikan gerabah sebagai bentuk seni dan simbol budaya.

Yang menarik, pembuatan gerabah di berbagai tempat di dunia dilakukan secara spontan, tanpa meniru pembuatan gerabah di daerah lain. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam berkembang secara mandiri di berbagai wilayah.

Perkembangan Pembuatan Gerabah

Tidak diketahui secara pasti kapan roda pembuat gerabah muncul, namun penemuan ini menjadi perkembangan penting dalam pembuatan gerabah.

Sekitar 3000 tahun sebelum masehi, pada awal Zaman Perunggu, pembuatan gerabah menggunakan roda lambat. Pada abad berikutnya, sebagian besar pembuat gerabah di Eropa dan Asia menggunakan roda cepat dalam pembuatannya.

Awalnya, gerabah dibakar di api terbuka. Namun, pada masa-masa awal era Neolitik, oven khusus untuk membuat gerabah diciptakan.

Di Tiongkok Kuno, pembakaran gerabah membutuhkan suhu 1.300-1.400 derajat celsius, bahkan lebih tinggi dari itu.

Pembakaran dengan suhu setinggi itu memungkinkan komponen mineral dari tanah liat meleleh dan menghasilkan jenis keramik putih yang tipis, yang kini dikenal sebagai porselen.

Gerabah di Indonesia

Di Indonesia, gerabah telah dikenal sejak zaman Neolithikum pada 2500-1000 tahun sebelum masehi.

Peninggalan ini merupakan pengaruh dari imigran dari Asia Tenggara, seperti yang terlihat dari ditemukannya pecahan tembikar yang berhiaskan anyaman di Pantai Selatan Jawa, Yogyakarta, dan Pacitan.

Salah satu pusat penjualan gerabah di Indonesia terdapat di Desa Kasongan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kerajinan gerabah yang dijual di Desa Kasongan sangat bervariasi, mulai dari barang-barang unik berukuran kecil untuk souvenir dan hiasan, hingga interior seperti lampu hias, patung, meja, kursi, dan lain-lain.

BACA JUGA : Luar Biasa, Ini 5 Sentra Kerajinan Demak yang Berhasil Mendunia

Warisan Budaya

Gerabah bukan hanya sekadar barang kebutuhan rumah tangga. Ia merupakan warisan budaya yang tak lekang oleh zaman. Dari bentuknya yang sederhana hingga teknik pembuatannya yang unik, gerabah menyimpan cerita tentang kreativitas dan kearifan lokal manusia sepanjang masa.

Di era modern ini, gerabah masih terus berkembang dan bahkan menjadi salah satu ciri khas Indonesia. Keberadaannya sebagai seni dan kerajinan tangan yang ramah lingkungan, menjadikan gerabah sebagai aset budaya yang perlu dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang.

 

(Hafidah Rismayanti/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

2

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru