BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momen refleksi bagi kalangan muda di Jawa Barat.
Mereka menilai banyak langkah strategis yang telah diambil pemerintah, namun tetap menegaskan pentingnya peran kritis generasi muda dalam menjaga arah kebijakan nasional.
Pemerhati politik dan hukum, Usamah, S.H., menilai tahun pertama kepemimpinan Prabowo–Gibran menjadi babak baru bagi posisi Indonesia di tengah percaturan geopolitik global. Dirinya menyoroti gaya kepemimpinan Prabowo yang dinilainya tegas dan berani dalam membawa Indonesia lebih aktif di panggung dunia.
“Pemerintah saat ini sedang berusaha menjalankan amanat konstitusi untuk ikut menciptakan ketertiban dunia. Gaya kepemimpinan Presiden Prabowo memberi sinyal kuat bahwa Indonesia kini tidak sekadar mengikuti arus, tetapi berperan aktif dalam menentukan arah kebijakan global,” kata Usamah, Selasa (28/10/2025).
Salah satu langkah berani itu, kata Usamah, adalah keputusan Indonesia bergabung dengan forum ekonomi BRICS yang dianggap sebagian kalangan sebagai langkah menantang dominasi ekonomi dunia.
Namun, Usamah melihat keputusan tersebut sebagai bentuk kemandirian dan keberanian Indonesia untuk tampil sebagai kekuatan baru di tingkat internasional.
“Sikap pemerintah perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang tangguh melalui pendidikan, teknologi, dan kekuatan militer. Di sinilah peran kaum muda menjadi sangat penting untuk menopang visi besar Presiden Prabowo,” ucapnya.
Meski mendukung langkah pemerintah, Usamah menegaskan generasi muda tidak boleh kehilangan sikap kritis. Menurutnya, dukungan terhadap pemerintah justru harus disertai dengan fungsi pengawasan agar demokrasi tetap berjalan sehat.
“Mendukung bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan. Justru kritik yang membangun adalah bagian dari dukungan itu sendiri,” tegasnya.
Baca Juga:
Prabowo Disebut Bakal Reshuffle Menteri Satryo Brodjonegoro
Sementara itu, Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN), Muhammad Ikhbal, menyebut refleksi satu tahun pemerintahan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa dan kaum muda untuk berdialog dan menyuarakan aspirasi.
“Diskusi ini bentuk kepedulian kita sebagai mahasiswa. Bukan hanya untuk AMAN, tapi juga untuk seluruh lapisan mahasiswa di Bandung dan di seluruh Indonesia,” ujar Ikhbal.
Ikhbal berharap ruang diskusi seperti ini terus diperkuat agar mahasiswa bisa menjadi mitra kritis pemerintah, bukan sekadar penonton.
“Kami ingin wadah ini menjadi tempat menyuarakan ide, kritik, dan aspirasi bagi kemajuan bangsa, terutama kepada Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran yang kini memegang kendali pemerintahan,” katanya.
Menurutnya, kepemimpinan Prabowo–Gibran di satu sisi sudah menunjukkan progres yang positif melalui sejumlah program nasional. Namun, mahasiswa tetap harus menjadi pengingat agar pemerintahan tidak keluar dari jalur kepentingan rakyat.
“Kepemimpinan mereka cukup bagus, tapi tentu tidak sempurna. Karena itu, mahasiswa harus tetap jadi agent of change dan social control bagi pemerintah,” pungkasnya.
(Kyy/Budis)











