BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Gelar juara dunia yang diraih ganda campuran Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, bukan semata hasil latihan teknik dan strategi. Di balik podium tertinggi di Paris, Minggu (31/8/2025), ada perubahan besar pada mentalitas keduanya yang dibentuk oleh pelatih asal Indonesia, Nova Widianto.
Nova mengakui perjalanan mendampingi pasangan ini tidak selalu mulus.
“Sebagai pelatih, kami harus sabar. Tapi, sejujurnya, ada saat-saat yang membuat saya marah. Hampir setiap turnamen selalu ada masalah. Namun tugas saya adalah membimbing dan memberi motivasi agar mereka bisa bangkit,” ujar Nova, Rabu (3/9/2025).
Salah satu masalah terbesar yang dihadapi Chen/Toh adalah sulit menerima kekalahan.
“Mereka merasa harus selalu tampil sempurna. Itu membuat langkah mereka terhambat. Saya selalu ingatkan, kalah bukanlah akhir. Yang penting terus kerja keras dan bangkit lagi,” ungkap Nova.
Baca Juga:
Skuad Bulutangkis Indonesia Panaskan Kejuaraan Dunia 2025 Sejak Babak Awal
Awal tahun ini, keduanya bahkan sempat berpisah akibat performa menurun. Namun sejak bersatu kembali di Singapore Open pada Mei, Chen/Toh tampil lebih dewasa dan solid.
“Banyak pasangan punya kemampuan teknis hebat, tapi tanpa karakter dan komunikasi yang kuat, mereka tidak akan jadi juara,” tegas Nova.
Perubahan itu terlihat jelas di Paris. Sebagai unggulan keempat, mereka tampil penuh ketenangan dan keyakinan saat mengalahkan ganda campuran Tiongkok, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, 21-15, 21-14.
Kemenangan ini bukan hanya gelar dunia pertama bagi Chen/Toh, tetapi juga torehan sejarah bagi Malaysia yang belum pernah juara di sektor ganda campuran.
“Di Paris, mereka menunjukkan komunikasi dan kepercayaan diri yang sangat baik. Itulah kunci kemenangan mereka,” tutup Nova.
(Budis)











