JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan bahwa pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, diarahkan untuk menjabat dua periode.
Pernyataan itu muncul ketika seorang wartawan menyinggung isu nama Gibran Rakabuming Raka yang belakangan disebut-sebut sebagai calon presiden potensial pada Pemilu 2029.
“Kan sudah saya sampaikan, Prabowo–Gibran dua periode, itu saja,” ujar Jokowi di depan kediamannya di Kota Solo (Surakarta), Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan tanpa penjelasan tambahan. Jokowi juga tidak merespons lebih jauh mengenai spekulasi politik yang berkembang terkait masa depan politik putra sulungnya tersebut.
Jokowi Pilih Jawaban Singkat, Isu Politik Tak Diperpanjang
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi tampak memilih untuk tidak memperpanjang diskusi mengenai arah politik Pemilu 2029.
Ia hanya menegaskan komitmennya pada pemerintahan yang saat ini berjalan, yakni pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sikap ini dinilai konsisten dengan pernyataan Jokowi sebelumnya yang beberapa kali menekankan pentingnya stabilitas pemerintahan dan kesinambungan pembangunan nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Gibran sendiri merupakan putra sulung Jokowi dan saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden RI.
Namanya kerap muncul dalam berbagai spekulasi politik menjelang Pemilu 2029, meski belum ada pernyataan resmi dari Gibran terkait arah langkah politiknya ke depan.
Baca Juga:
Jokowi Siap Tancap Gas Konsolidasikan PSI hingga Akar Rumput, Target Struktur Rampung 2026
PDI-P Soal Isu Reshuffle Kabinet: Harus Berbasis Kinerja, Bukan Kalkulasi Politik
Pertemuan Jokowi dan Prabowo di TMII
Sebelum menyinggung isu Prabowo–Gibran dua periode, Jokowi lebih dahulu menjawab pertanyaan wartawan terkait pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.
Keduanya diketahui menjadi saksi pernikahan Sekretaris Pribadi Presiden, Agung Surahman, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 18 Januari 2026.
Jokowi mengakui adanya pembicaraan khusus antara dirinya dan Prabowo dalam pertemuan tersebut. Namun, ia menegaskan pembicaraan itu bersifat tertutup.
“Iya pasti ada (pembicaraan khusus). Ya namanya pembicaraan khusus masa disampaikan? Ya khusus juga untuk kita, untuk saya dan Pak Prabowo,” ujar Jokowi.
Bahas Kondisi Indonesia dan Situasi Global
Menurut Jokowi, pembicaraan khusus tersebut berkaitan dengan kondisi Indonesia dan dinamika global yang saat ini dihadapi banyak negara.
“Kondisi Indonesia, kemudian situasi global saat ini yang juga penuh dengan ketidakpastian,” katanya.
Ia menilai situasi global saat ini memang berada dalam tekanan besar, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga ketidakstabilan pasar keuangan internasional.
Namun, Jokowi mengklaim bahwa Indonesia berada dalam kondisi yang relatif baik dibandingkan banyak negara lain.
Jokowi Soroti Stabilitas Ekonomi Nasional
Jokowi menyampaikan rasa syukurnya karena perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh stabil di tengah tekanan global. Ia menyoroti dua indikator utama yang menurutnya sangat krusial, yakni pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
“Saya kira kita patut bersyukur ekonomi masih tumbuh di atas lima persen, inflasi juga sangat terjaga. Yang paling penting itu,” ujar Jokowi.
Ia menambahkan, banyak negara saat ini mengalami kesulitan besar dalam menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus mengendalikan inflasi secara bersamaan.
“Karena negara-negara lain banyak yang kesulitan mengatasi dua hal tadi, pertumbuhan ekonomi dan inflasi,” pungkasnya.
(Dist)











