BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Sony kembali memperluas lini perangkat audio nirkabelnya dengan menghadirkan Sony LinkBuds Clip, model terbaru dalam kategori open wearable stereo (OWS). Berbeda dari TWS konvensional, LinkBuds Clip mengusung desain penjepit menyerupai anting yang memungkinkan pengguna tetap mendengar suara sekitar saat menggunakan perangkat.
Produk ini merupakan TWS open-ear pertama Sony dengan mekanisme penjepit, mengikuti tren perangkat audio wearable yang mengedepankan kesadaran lingkungan (environment awareness) saat beraktivitas di luar ruangan.
Dalam ulasannya, YouTuber Fernanda Gunsan menjelaskan bahwa unit yang ia gunakan merupakan produk resmi dari Sony Indonesia dan tidak melalui proses kurasi konten dari pihak pabrikan.
“Produknya dikirim langsung oleh Sony Indonesia, tanpa briefing, tanpa preview sebelum tayang, dan tanpa revisi konten,” ujar Fernanda, dikutip Rabu (28/1/2026).
Desain dan Kenyamanan
Sony LinkBuds Clip hadir dengan desain penjepit telinga berbentuk anting, berbeda dari LinkBuds Open maupun LinkBuds Fit yang lebih menyerupai TWS konvensional. Sony turut menyertakan air fitting supporter berupa karet tambahan untuk meningkatkan stabilitas, khususnya bagi pengguna dengan bentuk daun telinga yang lebih kecil.
Menurut Fernanda Gunsan, tingkat kenyamanan sangat bergantung pada bentuk telinga masing-masing pengguna.
“Di telinga saya justru lebih pas tanpa karet tambahan, tapi buat yang kupingnya kecil dan butuh grip ekstra, aksesorinya cukup membantu,” jelasnya.
Secara tampilan, LinkBuds Clip tersedia dalam beberapa pilihan warna seperti hitam, putih, hijau, serta warna pastel, dengan kesan visual yang dinilai premium.
Fitur dan Spesifikasi
Sony LinkBuds Clip mengusung konsep open-ear tanpa active noise cancelling (ANC). Daya tahan baterainya diklaim mencapai hingga 37 jam dengan charging case, sementara pemakaian earbud mencapai sekitar 9 jam.
Fitur lain yang dihadirkan antara lain:
Sertifikasi ketahanan air IPX4
Dukungan multipoint connection
Kontrol sentuh di bagian belakang unit
Integrasi aplikasi Sony Sound Connect
Preset suara seperti Standard, Voice Boost, dan Sound Leakage Reduction
Namun, perangkat ini tidak mendukung codec LDAC, yang biasanya tersedia di lini TWS Sony kelas atas.
Karakter Suara
Sebagai TWS open-ear, karakter suara LinkBuds Clip memiliki keterbatasan di frekuensi rendah. Fernanda Gunsan menekankan bahwa bass tidak bisa dibandingkan dengan TWS in-ear yang menggunakan eartips silikon.
“Bass pasti tidak akan sedalam TWS in-ear. Sub-bass hampir tidak terasa, tapi low-mid masih hadir dan rapi,” ujarnya.
Dalam penggunaan indoor, kualitas suara dinilai cukup kaya dengan detail yang baik dan vokal terasa terbuka. Efek out of the head khas open-ear membuat suara terasa seperti datang dari depan, bukan dari dalam telinga.
“Imaging-nya lebar, vokalnya terasa di depan, bukan di dalam kepala. Buat ukuran open wearable stereo, ini terdengar premium,” kata Fernanda.
Preset Sound Leakage Reduction disebut menjadi pilihan paling seimbang karena karakter suaranya lebih hangat dan minim kebocoran suara, meski dengan volume yang lebih terbatas.
Penggunaan Outdoor dan Mikrofon
Dalam penggunaan luar ruangan, LinkBuds Clip memang mengorbankan loudness dan bass demi mempertahankan kesadaran lingkungan. Suara lalu lintas tetap dominan saat digunakan di jalan atau transportasi umum.
“Kalau dipakai outdoor, suara jalanan tetap lebih dominan. Ini memang bukan buat yang cari isolasi,” jelas Fernanda.
Pengujian mikrofon di kondisi lalu lintas menunjukkan hasil yang dinilai cukup untuk kebutuhan panggilan telepon, meski tidak bisa disamakan dengan TWS ber-ANC.
Baca Juga:
Sony LinkBuds S X Olivia Rodrigo, TWS Edisi Terbatas yang Ramah Lingkungan
Harga dan Segmentasi
Sony LinkBuds Clip dipasarkan dengan harga di kisaran Rp3 jutaan, menjadikannya salah satu OWS premium di pasaran Indonesia. Menurut Fernanda Gunsan, harga ini membuat segmen penggunanya cukup spesifik.
“Dengan harga segini, audiensnya pasti terbatas. Ini lebih cocok buat lifestyle user, commuter, atau sport enthusiast yang butuh tetap aware dengan sekitar,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa bagi pengguna yang memprioritaskan kualitas suara maksimal, TWS in-ear seperti LinkBuds Fit atau WF-1000XM5 masih menjadi pilihan yang lebih rasional.
Kesimpulan
Sony LinkBuds Clip menawarkan pendekatan berbeda lewat desain anting dan konsep open-ear yang mengutamakan kenyamanan serta kesadaran lingkungan. Meski memiliki keterbatasan pada bass, loudness, dan isolasi suara, kualitas audio, desain premium, serta ekosistem aplikasi menjadi nilai jual utamanya.
“Ini bukan TWS buat semua orang. Tapi buat yang butuh open-ear premium dengan suara rapi dan desain unik, LinkBuds Clip punya tempatnya sendiri,” tutup Fernanda Gunsan.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Fathir Fahrezi Fardiansyah)











