BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Nama Fitri Assiddikki mendadak viral di linimasa X dan TikTok usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan aliran dana jumbo yang mengalir padanya. Ia bukan artis, bukan pejabat, tapi seorang pengusaha kuliner asal Sukabumi yang kini terseret dalam pusaran kasus korupsi anggota DPR RI Heri Gunawan (HG).
Kasus ini langsung jadi topik panas di kalangan netizen yang haus transparansi publik. Banyak yang bertanya-tanya: siapa sebenarnya Fitri Assiddikki, dan bagaimana ia bisa terseret dalam kasus korupsi miliaran rupiah ini?
Dapat Rp2 Miliar dan Mobil Mewah dari Dana Haram?
Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Fitri diduga menerima lebih dari Rp2 miliar dari Heri Gunawan. Tak berhenti di situ, ia juga disebut mendapatkan sebuah mobil mewah Hyundai Palisade yang nilainya mencapai Rp1 miliar.
Mobil tersebut kini telah disita oleh KPK sebagai barang bukti. Jika dugaan ini benar, maka Fitri bukan sekadar “kenalan” pejabat, melainkan bagian dari aliran dana haram yang sedang diselidiki.
Sebelum kasus ini mencuat, Fitri terkenal luas sebagai pemilik kedai iga bakar hits di Sukabumi, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Cikole. Tempat makannya sering ramai pengunjung dan dikenal punya branding yang modern cocok dengan gaya pengusaha muda masa kini.
Namun, dua minggu terakhir, kedai tersebut tiba-tiba tutup tanpa penjelasan. Penutupan ini terjadi berdekatan dengan penetapan Heri Gunawan sebagai tersangka, membuat publik berspekulasi apakah bisnis kuliner itu terkait dengan aliran dana yang kini diselidiki.
Baca Juga:
Viral! Baut Pesawat Lion Air Goyang saat di Udara, Netizen: Serasa Dekat dengan Tuhan
JNE Gelar JLC Member Gathering di Sukabumi, Tingkatkan Skill dan Dukung Pertumbuhan Bisnis Member
Bukan Sosok Asal-Asalan
Fakta lain yang bikin publik kaget, Fitri ternyata punya latar belakang yang cukup menakjubkan. Ia pernah meniti karier di dunia modeling, sebelum kemudian bekerja sebagai tenaga ahli DPR RI.
Di sinilah dugaan awal muncul bahwa perkenalannya dengan Heri Gunawan berawal dari lingkungan parlemen. Dari sini, hubungan profesional itu diduga berkembang hingga menyeret keduanya ke dalam pusaran kasus korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Korupsi Dana CSR
KPK menduga, Heri Gunawan menyalahgunakan wewenangnya dengan memotong dan menyelewengkan dana CSR yang seharusnya digunakan untuk masyarakat. Sebagian dari uang itu diduga mengalir ke rekening dan fasilitas pribadi Fitri Assiddikki.
Kasus ini bukan hanya tentang uang dan kekuasaan tapi juga tentang bagaimana korupsi bisa menelan siapa saja, bahkan mereka yang awalnya dikenal sebagai pengusaha muda berprestasi.
(Hafidah Rismayanti/_Usk)











