Staf Sekolah yang Keracunan MBG di Garut, Merasakan Gejala Usai Lakukan Uji Makanan

Keracunan MBG Garut Staf Sekolah (IG Asli Garut)
Staf sekolah korban keracunan MBG di Garut,Jawa Barat (IG Asli Garut)
-

Tidak ada video disisipkan.

GARUT, TEROPONGMEDIA.ID — Seorang staf sekolah tercatat sebagai salah satu korban dalam insiden keracunan massal diduga terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Menurut Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, staf sekolah tersebut keracunan setelah melakukan pengujian terhadap makanan yang akan disantap para pelajar.

“Beliau salah satu yang diberikan kesempatan melakukan cek. Dan tadi juga disampaikan beliau yang pertama merasakan gejala tadi,” ujar Bupati Syakur, dikutip Rabu (1/10/2025).

Syakur mengungkapkan bahwa korban justru adalah orang yang pertama kali melakukan pemeriksaan terhadap makanan tersebut.

Informasi ini memperkuat dugaan bahwa keracunan berasal dari menu MBG yang disajikan. Staf sekolah tersebut menjadi indikator awal sebelum ratusan pelajar melaporkan gejala serupa.

Kejadian ini memicu penanganan darurat dan akhirnya penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Pemkab Garut.

BACA JUGA

Korban Keracunan MBG Garut Bertambah Jadi 282 Orang: Menu Susu Bantal dan Kacang Edamame Jadi Sorotan

Dapur MBG Garut Ditutup! Kasus Ratusan Siswa Keracunan Diselidiki Polisi

Hingga Rabu (1/10), jumlah korban keracunan MBG Garut telah mencapai 282 orang termasuk seorang staf sekolah, dengan 89 orang di antaranya masih menjalani perawatan di tiga fasilitas kesehatan.

Seorang balita ikut menjadi salah satu korban pada insiden keracunan MBG tersbut. Dikabarkan, sang balita mengalami gejala mual dan muntah usai mengonsumsi salah satu menu MBG yang dibawa saudaranya ke rumah.

Status KLB

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus keracunan massal yang melibatkan ratusan siswa. Penetapan resmi ini disampaikan oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, pada Selasa (30/9/2025).

Status KLB ini diputuskan dalam sebuah rapat darurat yang digelar usai Bupati beserta jajaran pemerintah daerah, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) dan para pejabat tinggi pratama, melakukan peninjauan langsung ke lokasi penanganan korban di Puskesmas Kadungora.

“Barusan kami melaksanakan rapat dengan Pak Sekda, dengan Bu Kadis, dan juga beberapa pejabat tinggi Pratama. Intinya adalah bahwa kita menegaskan kembali, bahwa karena kondisinya tadi sudah perlu penanganan khusus maka kita nyatakan sebagai KLB,” tegas Bupati Syakur dalam pernyataannya.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri