Syekh Abdul Qadir al-Jailani: Sang Sultan Auliya dan Warisan Tasawuf Akhlaki

Kisah Syekh Abdul Qadir Jailani
Syekh Abdul Qadir Jailani (Hajinews)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Syekh Abdul Qadir al-Jailani (471-561 H/1077-1166 M), dikenal sebagai Sultan al-Auliya (Raja Para Wali), meninggalkan warisan tasawuf yang mengedepankan keselarasan syariat dan hakikat.

Tokoh sufi besar ini lahir di Jilan, Iran, pada pertengahan Ramadhan 471 H, dan menghabiskan separuh hidupnya di Baghdad sebagai ulama multidisiplin, penulis produktif, serta guru spiritual yang berpengaruh di dunia Islam.

Biografi dan Jejak Intelektual

Mengutip laman Universitas An Nur Lampung, sejak usia dini, Syekh Abdul Qadir menimba ilmu dari ulama terkemuka di Baghdad.

Di bawah bimbingan guru seperti Abu al-Wafa Ali bin Uqail al-Hanbali (ahli fikih) dan Abu Zakaria Yahya bin Ali at-Thibrizi (bahasa dan sastra), ia menguasai ilmu akidah, syariat, tasawuf, serta sastra Arab. Kecerdasannya mengantarkannya menjadi rujukan utama mazhab Hanbali dan pendiri Tarekat Qadiriyah.

Selama 40 tahun (521-561 H), ia mengajar di madrasahnya sendiri, menyampaikan nasihat, fatwa, dan bimbingan spiritual kepada ribuan murid, termasuk tokoh seperti Qadi ad-Dayyar al-Misriyyah dan al-Imam az-Zahid Abu al-Qasim Abdul Malik. Karyanya meliputi puluhan kitab, seperti Futuh al-Ghaib (Penyingkap Hal Gaib) dan Al-Ghunyah li Thalibi Thariq al-Haq (Rujukan bagi Pencari Jalan Kebenaran).

Tasawuf Akhlaki: Sinergi Syariat dan Hakikat

Syaikh Abdul Qadir menekankan tasawuf yang berakar pada al-Qur’an dan Sunnah.

“Setiap hakikat yang tak berpijak pada syariat adalah zindik (sesat). Terbanglah kepada Tuhanmu dengan dua sayap: Kitabullah dan Sunnah Rasul,” ujarnya dalam salah satu khutbahnya.

Ia menolak dikotomi antara ibadah formal (fikih) dan spiritual (tasawuf), serta menyerukan penyucian diri lahir-batin.

Menurutnya, ṭaharah (bersuci) tidak hanya membersihkan jasmani melalui wudhu, tetapi juga mensucikan batin dari dosa, iri hati, dan sikap angkuh. “Kesucian batin bisa ternoda oleh makanan haram, dusta, atau mata yang memandang maksiat. Pembaruannya dimulai dengan taubat, istighfar, dan bimbingan mursyid,” tegasnya.

Kisah Ujian: Menghadap Tipu Daya Setan

Suatu ketika, Syekh Abdul Qadir diuji oleh sosok cahaya yang mengaku sebagai Tuhan.

“Aku halalkan segala yang haram bagimu,” bisiknya. Namun, ia segera menolak: “Enyahlah, wahai makhluk terkutuk!” Cahaya itu pun berubah menjadi gelap. Beliau kemudian menjelaskan: “Allah tak mungkin memerintahkan kejahatan. Itulah tipu daya setan yang menyesatkan 70 ahli tarekat sebelumnya.”

BACA JUGA

Karomah Syekh Abdul Qadir Jailani: Kisah Lelaki Berprasangka Buruk dan Pengorbanan 40 Ekor Kuda

Kisah Imam al-Ghazali: Sempat Didera Keraguan Menuju Kebenaran yang Hakiki

Warisan Abadi dan Pujian Ulama

Ibnu Taimiyah memujinya: “Tak ada keramat seorang wali yang diriwayatkan secara mutawatir (valid) kecuali milik Syaikh Abdul Qadir.” Sementara Syaikh Izzuddin bin Abdussalam menyebutnya sebagai “pemersatu syariat dan hakikat.”

Ajaran tasawufnya yang humanis dan moderat masih menjadi rujukan di pesantren dan lembaga spiritual global. Hingga kini, Tarekat Qadiriyah tetap aktif menyebarkan nilai-nilai zuhud, kejujuran, dan komitmen pada al-Qur’an-Sunnah.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru