BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemain bertahan Persib Bandung, Kakang Rudianto berhasil menjawab sindiran yang menyebut dirinya kerap diuntungkan dengan regulasi penggunaan pemain muda di kompetisi domestik. Jawaban itu disampaikan Kakang Rudianto saat tampil di AFC Champions League Two (ACL 2).
Belakangan ini, penampilan kurang stabil Kakang Rudianto sempat disorot. Namun, Kakang kerap menjadi pilihan utama pelatih Persib Bandung di Super League. Banyak yang menuding, Bojan Hodak memilih Kakang hanya untuk memenuhi regulasi penggunaan pemain muda di pertandingan.
Akan tetapi saat Persib tampil di ACL 2 kontra Bangkok United, Persib Bandung kembali menurunkan Kakang Rudianto pada babak kedua. Kesempatan ini seakan menjawab sindirian publik soal Kakang Rudianto yang selalu diuntungkan dengan regulasi di kompetisi domestik.
”Ya saya cuman berusaha saja di latihan, mungkin semuanya coach Bojan yang menilai, sama asisten pelatih,” buka bek asal Cianjur tersebut.
Baca Juga:
Copa Libertadores, Sudamericana, dan ACL 2 di Mata Luciano Guaycochea
Meski Keletihan, Kakang Rudianto Siap Berjuang Demi Merah Putih
Kakang pun menambahkan, cibiran itu merupakan salah satu bagian dari sepakbola. Ia merasa ini sudah menjadi risiko pesepakbola yang bermain di tim besar. Namun ia tak mau ambil pusing dan memilih untuk lebih fokus kepada dirinya sendiri.
“Jadi saya hanya kerja keras dan berusaha meningkatkan kemampuan saya di latihan supaya dapat kesempatan,” jelas Kakang.
Kakang pun menambahkan, bahwa persaingan di skuat Persib sangatlah ketat. Sehingga perlu kerja keras di dalamnya demi mendapatkan kesempatan bermain. Namun ia tak mau menanggapi sindiran publik dan lebih memilih fokus bekerja keras demi memberi kontribusi kepada Maung Bandung.
“Mungkin dari saya di sepak bola sekarang tidak melihat siapa yang paling muda, siapa pemain asing, siapa yang paling bagus di dalam tim, saya melihat semua kerja keras. siapa yang bekerja keras dan siapa yang akan dimainkan itu tergantung dari pelatih.” tutupnya. (RF/-Usk)











