BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pusat-pusat penipuan di Myanmar yang diduga menipu korban di seluruh dunia dengan nilai mencapai miliaran dolar AS kembali berkembang pesat, hanya beberapa bulan setelah operasi gabungan yang seharusnya menumpas jaringan tersebut, menurut penyelidikan AFP.
Bangunan-bangunan baru bermunculan di kompleks yang dijaga ketat di sekitar Myawaddy, wilayah perbatasan Thailand-Myanmar. Citra satelit dan rekaman drone menunjukkan sejumlah gedung baru lengkap dengan antena parabola Starlink, layanan internet milik Elon Musk.
Menurut data APNIC, Starlink berkembang pesat dari sebelumnya nyaris tidak ada pada Februari menjadi penyedia internet terbesar di Myanmar sejak 3 Juli hingga 1 Oktober 2025.
Komite Ekonomi Gabungan Kongres AS mengonfirmasi kepada AFP bahwa mereka tengah menyelidiki keterlibatan Starlink dalam aktivitas pusat-pusat tersebut.
Komite bahkan memiliki kewenangan untuk memanggil Elon Musk bersaksi di hadapan mereka. Pihak SpaceX, perusahaan induk Starlink, sejauh ini belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar AFP.
Pada Februari, pemerintah Tiongkok, Thailand, dan Myanmar melancarkan operasi gabungan untuk menekan jaringan penipuan itu. Milisi pro-junta Myanmar yang melindungi pusat-pusat tersebut dipaksa berjanji akan membasmi kompleks-kompleks kejahatan itu.
Sekitar 7.000 orang, mayoritas warga negara Tiongkok, berhasil dibebaskan dari sistem kerja paksa menyerupai pusat panggilan penipuan (scam call center).
Namun, hanya beberapa bulan kemudian, pembangunan baru kembali terlihat di sepanjang Sungai Moei, yang memisahkan Myanmar dan Thailand.
Analisis citra satelit Planet Labs PBC yang ditinjau AFP menunjukkan puluhan bangunan baru didirikan atau diubah di kompleks KK Park, salah satu lokasi terbesar, antara Maret hingga September.
Jalan baru, bundaran, serta pos pemeriksaan keamanan juga tampak diperluas secara signifikan.
Rekaman drone AFP memperlihatkan aktivitas konstruksi besar-besaran dengan derek dan buruh bekerja di gedung-gedung baru yang diduga akan dijadikan pusat operasi penipuan.
Setidaknya lima penyeberangan feri baru melintasi Sungai Moei kini terlihat menghubungkan Thailand dengan kompleks-kompleks tersebut.
AFP mengidentifikasi kegiatan konstruksi di beberapa dari 27 pusat penipuan di kawasan Myawaddy, termasuk kompleks terkenal Shwe Kokko, yang disebut Departemen Keuangan AS sebagai pusat kejahatan utama.
Bulan lalu, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada sembilan orang terkait Shwe Kokko dan She Zhijiang, gembong kriminal asal Tiongkok yang mendirikan proyek Yatai New City di wilayah itu.
Senator Maggie Hassan, anggota Komite Kongres AS, menuntut agar Elon Musk memblokir akses Starlink bagi pusat-pusat penipuan tersebut.
“Meskipun banyak orang menyadari meningkatnya jumlah penipuan online, sedikit yang tahu bahwa penjahat lintas negara mungkin menggunakan akses internet Starlink,” ujar Hassan.
Baca Juga:
7 WNI Disekap di Myanmar, Diduga Jadi Korban TPPO Modus Kerja Paksa
Singapura Gunakan Kecoa Cyborg untuk Operasi Penyelamatan di Myanmar Pasca Gempa
Hassan juga mengirim surat resmi kepada Musk pada Juli berisi 11 pertanyaan terkait dugaan peran Starlink dalam mendukung jaringan penipuan di Asia Tenggara.
Erin West, mantan jaksa kejahatan siber asal California yang kini memimpin Operasi Shamrock, menyebut keterlibatan perusahaan Amerika dalam praktik tersebut sebagai hal yang menjijikkan.
Ia mengatakan telah memperingatkan Starlink sejak Juli 2024 bahwa sindikat kriminal berbasis di Tiongkok menggunakan antena parabola Starlink, tetapi tidak mendapat tanggapan.
Menurut Departemen Keuangan AS, warga Amerika termasuk di antara target utama penipuan daring asal Asia Tenggara, dengan kerugian mencapai US$10 miliar pada 2024, meningkat 66 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, laporan PBB tahun 2023 memperkirakan sekitar 120.000 orang di Myanmar dipaksa melakukan penipuan daring, dan 100.000 orang lainnya ditahan dalam kondisi serupa di Kamboja.
(Anisa Kholifatul Jannah)











