Terungkap, Aqua Bayar Rp 600 Juta ke PDAM Subang Tiap Bulan!

aqua pdam subang
Ilustrasi. (Universitas Muhammadiyah)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Fakta baru mencuat dalam rapat dengar pendapat di DPR. Terungkap, bahwa Produsen air minum dalam kemasan (AMDK) Aqua diketahui melakukan pembayaran rutin kepada PDAM Subang sebesar Rp 600 juta per bulan.

Temuan ini memicu diskusi panas di publik tentang jika Aqua selama ini dikenal sebagai air murni pegunungan, mengapa ada aliran dana ke PDAM?

Informasi tersebut terungkap saat pembahasan soal penggunaan sumber daya air pada awal pekan ini. Publik yang selama ini memercayai citra “air asli pegunungan” kini dibuat bertanya-tanya mengenai konsistensi klaim tersebut.

Kesepakatan sejak 1994, tapi Sumber Air Berbeda

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut mengonfirmasi bahwa kesepakatan pembayaran Aqua kepada PDAM sudah berjalan sejak 1994. Pada masa itu, keduanya berbagi sumber air yang sama. Namun situasi kini telah berubah.

“Dulu sumber air yang digunakan sama. Sekarang sudah tidak, tapi pembayarannya tetap berlangsung,” ujar Dedi.

Pernyataan tersebut menambah kebingungan publik. Jika sumber air kini berbeda, apa dasar pembayaran yang masih berjalan selama tiga dekade tersebut?

Ahli Komunikasi Kritik Inkonsistensi Branding

Dosen Ilmu Komunikasi, Algooth Putranto, menilai persoalan ini bukan sekadar soal hubungan kontraktual antara perusahaan dan PDAM, tetapi lebih pada komunikasi merek yang dianggap tidak selaras.

Selama bertahun-tahun, Aqua membangun positioning sebagai air murni dari mata air pegunungan. Namun, fakta pembayaran ke PDAM menimbulkan pertanyaan publik mengenai transparansi sumber air.

“Ini bukan lagi soal benar atau tidak secara legal, tapi soal konsistensi narasi. Brand harus bicara jelas dan tidak membiarkan ruang spekulasi,” kata Algooth, Senin (24/11/2025).

Ia menegaskan, ketidakjelasan informasi seperti ini dapat menggerus kepercayaan konsumen. “Kepercayaan publik itu rapuh. Begitu brand tampak tidak transparan, konsumen akan ragu,” imbuhnya.

Pengamat komunikasi lainnya, Safaruddin Husada, melihat kasus ini sebagai peringatan penting bagi perusahaan besar agar tidak mengabaikan prinsip dasar komunikasi merek.

“Konsumen sekarang semakin kritis. Ketika pembayaran sebesar itu tidak dijelaskan secara terbuka, persepsi publik bisa bergerak ke arah negatif,” ucap Safaruddin.

Ia juga menyoroti pentingnya prinsip telling the truth with clarity—menyampaikan kebenaran tanpa membuat ruang tafsir yang membingungkan.

Baca Juga:

KDM Larang Truk ODOL Mulai 2 Januari 2026, Ini Sikap AQUA Group

BPKN: Aqua Pakai Air Gunung, tapi Diperoleh dengan Cara Dibor

Klarifikasi Danone Indonesia

Untuk mengurangi kebingungan, pihak Danone Indonesia yang merupakan induk perusahaan Aqua, akhirnya memberikan klarifikasi.

Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto mengatakan, bahwa pembayaran tersebut dilakukan karena lokasi sumber air Aqua berdekatan dengan sumber air milik PDAM Subang.

“Sumber air kami kebetulan dekat dengan sumbernya PDAM. Jadi sejak pabrik Subang berdiri, disepakati ada kontribusi agar PDAM tetap bisa merawat dan menjaga kelestarian sumber air untuk masyarakat sekitarnya,” jelas Vera, melansir Berita Satu, Senin (24/11/2025).

Pihak perusahaan menegaskan bahwa kesepakatan tersebut merupakan bentuk kontribusi lingkungan dan tidak berkaitan dengan penggunaan air PDAM sebagai bahan baku produk.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri